Published On: Jum, Feb 19th, 2016

Selalu Bocor, Swastanisasi Parkir Tuban Masih Dipikir

TUBAN

MENUMPUK: Inilah salah satu sudut parkir yang berada di halaman Pasar Baru Tuban, Selasa (14/04/2015) pagi.

MENUMPUK: Inilah salah satu aktivitas parkir di Tuban.

seputartuban.com – Pemkab Tuban berencana menyerahkan pengelolaan parkir ke pihak swasta. Tujuanya untuk mendongkrak retribusi parkir yang selama ini dinilai masih belum banyak menyumbang daerah dan terindikasi terjadi kebocoran. Namun sistemnya hingga saat ini masih dipertimbangkan.

Kabag Humas dan Media Setda Kabupaten Tuban, Teguh Setyobudi, mengatakan, jika konsep swastanisasi parkir itu diterapkan, maka pengelolaan parkir menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Pihak ketuga membayar kepada Pemkab sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Namun merealisasikan konsep swastanisasi tak mudah, sehingga pemkab saat ini masih mencari pembanding ke sejumlah kabupaten/kota yang lebih dulu menerapkan konsep tersebut.

Teguh menyampaikan, sebelumnya Pemkab sudah melakukan studi banding di Kabupaten Sampang. Dalam waktu dekat dijadwalkan kunjungan ke kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. “Konsep yang di Sampang, Madura hanya berlaku untuk lokasi lokasi khusus. Semisal parkir lokasi wisata, parkir pasar, dan beberapa lokasi yang menjadi aset Pemkab,” ujarnya Rabu (17/2/2016).

Sementara di Tuban rencananya akan memberlakukan seluruh jalan protokol yang selama ini retribusi parkirnya dinilai bocor. “Sehingga kita perlu studi banding lagi ke Banyumas. Jadi tidak bisa terburu-buru. Semua harus disiapkan dengan kajian dan pertimbangan yang baik dan matang,” tandasnya.

Koordinator Divisi Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur di Tuban, Miftahul Huda, mengatakan selama ini kebocoran retribusi parkir Tuban sudah menjadi rahasia umum. Jika Dinas Perhubungan (Dishub) cerdik dalam mengelola parkir, pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir bisa lumayan tinggi.

Parkir ilegal semakin menjamur dan seolah dibiarkan. Akibat tidak tegasnya Dishub, bocornya retribusi parkir semakin tidak terkendali. Belum lagi ulah juru parkir (Jukir) nakal yang memasang tarif melebihi harga yang ditentukan. “Meski hanya seribu perkendaraan, tapi jika dikalikan dengan ratusan bahkan ribuan kendaraan yang parkir perharinya. Kira kira kebocorannya berapa? Bisa ratusan juta,” katanya, Kamis (18/2/2016).

Retribusi parkir Tuban dari tahun ke tahun selalu nampak tidak ada peningkatan maksimal. Dalam setahun hanya kisaran Rp. 500 juta. Angka tersebut tidak seberapa dibanding kebocoran yang mengalir di saku pihak pihak yang tak jelas.

Diketahui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban dari sektor parkir tahun 2014 sebesar Rp. 575 juta. Namun anggaran untuk operasional parkir tidak sedikit. Jika dibanding pendapatan dan operasional, nyaris tidak tersisa. Yakni untuk honor petugas Rp. 556 juta dan anggaran pembinaan sebesar Rp 18 juta. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author

Videos