Published On: Sel, Feb 10th, 2015

Seharian JOB PPEJ Diduduki Warga Desa Rahayu

SOKO

MEMANAS : Warga saat berunjuk rasa sangat kesal atas sikap perusahaan

MEMANAS : Warga saat berunjuk rasa sangat kesal atas sikap perusahaan

seputartuban.com – Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sejak Kamis (09/02/2015) pagi hingga petang memblokir pintu masuk Central Processing Area (CPA) Pad A dan CPA Pad B Joint Operation Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ). Hal ini disebabkan kekesalan warga memuncak akibat tuntutan mereka yang disampaikan dalam berbagai pertemuan sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Aksi unjuk rasa warga ini melumpuhkan aktivitas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas ini. Karena kedua pintu masuk diblokir warga dengan mendirikan tenda semi permanen. Disertai dengan orasi menyampaikan tuntutan pencairan dana Corporate Social Responsibility (CSR), ketenagakerjaan maupun dana bantuan infrastruktur lainya.

“Kami bersama rakyat Desa Rahayu menggugat terkait hak kami sebagai tuan rumah yang tak pernah dipenuhi. Kami rela menduduki pintu masuk perusahaan walau selama berhari-hari sampai dengan tuntutan kami dipenuhi” teriak Mujiono, koordinator aksi.

Warga mempersoalkan pemberian dana kompensasi yang semula berupa uang tunai, kini menjadi sembako. “Sembako itu semestinya diberikan untuk bantuan masyarakat yang terkena bencana alam, bukan mengalih fungsikan seperti ini, toh kalau sekarang mau dikasih sembako kenapa tidak dari dulu dulu,” imbuhnya.

Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh warga Dusun Rahayu, Dusun Delik, Dusun Gandu, Dusun Kayunan dan Dusun Sarirejo ini makin memanas. Karena tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan serius dari manajemen JOB PPEJ.

Pada 6 Oktober 2009 telah dilaksanakan pertemuan antara warga, JOB PPEJ dengan dan BP Migas (SKK Migas). Dengan tanda tangan bersama meliputi FM JOB PPEJ, Sukanoto sukimin, BP Migas Japalu, Roesmardani. Kepala Desa Rahayu, Imam Lughuzali, Camat Soko, Kusmindar dan Kapolsek Soko, AKP Nur Asyik serta Danramil Soko saat dijabat oleh Kapten Istoha. Serta hasil kesepakatan bersama pada 29 September 2009 bahwa pihak JOB PPEJ akan melaksanakan sejumlah hal.

Diantaranya mengembalikan Flare dari 7 cerobong menjadi 2 cerobong. Meredam suara akibat yang ditimbulkan kegiatan operasional. Mengurangi dampak bau tidak sedap yang dihasilkan CPA. Merelokasi warga sekitar ring sesuai kaidah standarisasi teknikal migas.

Memberi kompensasi terhadap warga yang terdampak sebesar 500.000 per kepala keluarga (KK) bagi warga yang letak rumahnya berhadapan dengan api flare. Rp. 400.000 untuk warga ring 1. Rp. 300.000 untuk warga ring 2.

TUTUP PINTU : Warga memblokir pintu masuk CPA JOB PPEJ dengan mendirikan tenda didepanya

TUTUP PINTU : Warga memblokir pintu masuk CPA JOB PPEJ dengan mendirikan tenda didepanya

Sehingga warga menuntu JOB PPEJ menyelesaikan pencairan dana CSR 2014 berupa bangunan penahan jalan serta pembuatan gorong-gorong. Pemberian fasilitas kesehatan, pendidikan, pemasangan lampu penerangan jalan.

Selain itu juga mendesak penanganan limbah sulfur agar tidak berbau menyengat, mematikan 5 cerobong api flare serta menata ulang jarak dan ketinggian cerobong. Pembayaran ganti rugi tanaman warga yang gagal panen akibat flare.

Tuntutan lainya adalah segera fungsikan gedung baru SDN Rahayu, bayarkan baberzone, lakukan rekruitmen tenaga kerja yang proporsional, berdayakan konten lokal, libatkan Linmas dalam sistim keamanan JOB PPJ. Melarang keikutsertaan orang perusahaan dalam pekerjaan proyek/tender, serta pembuatan ruang terbuka hijau.

Dalam mediasi antara warga dengan JOB PPEJ yang disaksikan sejumlah pihak terkait, di ruang rapat CPA Pad B berjalan alot. Meski pertemuan dilakukan selama 2,5 jam belum terdapat kesepakatan bersama. Perusahaan tetap menolak pemberian kompenasi uang tunai, karena dianggap melanggar ketentuan hukum. Namun akan tetap memberikan kompensasi kepada warga beberapa waktu kedepan.

Warga sebelumnya sudah mengajukan pemberitahuan tentang aksi ini kepada pihak terkait hingga pada 14 Pebruari 2014. Hal ini dilakukan jika pihak perusahaan tetap menolak tuntutan warga, akan dilakukan aksi unjuk rasa secara terus menerus.

Warga saat petang membubarkan diri meski tuntutanya belum disepakati perusahaan. Sebanyak 300 anggota gabungan lintas personil pengamanan turut berjaga selama aksi berlangsung. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author