Published On: Rab, Mei 25th, 2016

SDN Minim Siswa Akan Ditutup

TUBAN

seputartuban.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban akan menutup atau menggabungkan Sekolah Dasar (SD) Negeri yang jumlah siswanya dibawah standar minimal. Yakni setiap kelas minimal ada 15 siswa, sehingga untuk 1 sekolah minimal harus memiliki 75 siswa.

Sutarno, Kabid TK, SD Disdikpora Kab. Tuban

Sutarno, Kabid TK, SD Disdikpora Kab. Tuban

“Sekolah yang siswanya dibawah standar akan di marger dan akan segera dilakukan,” kata Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban, Sutarno Senin (23/5/2016).

Pengecualian bagi sekolah yang letaknya di daerah terpencil, meskipun siswanya minim mereka tetap akan dibuka. Tetapi bila dalam satu desa ada 2 sekolah dan jaraknya kurang dari 3 kilo maka akan digabung atau ditutup bagi sekolah yang siswanya sedikit. “Kita masih menunggu laporan dari UPTD, namun bila tidak ada laporan kita yang akan lakukan evaluasi dan akan diambil kebijakan,” sambungnya.

Sutarno menambahkan bahwa untuk tahun ini dipastikan sudah ada 2 SD di Kecamatan Montong akan ditutup, sebab sekolah itu siswanya sedikit. Asetnya tetap dan bila sewaktu-waktu ada masyarakat yang minat untuk sekolah ditempat itu bisa dibuka kembali.

Kendala selama ini banyak sekokah dasar yang mutu pendidikan kurang, sehingga mereka ditinggalkan oleh masyarakat. Sebab juga banyak sekolah dasar yang bermutu dan menjadi sekolah favorit bagi masyarakat. Kondisi itu tergantung kreativitas tenaga pendidiknya. “Tinggal sekolahnya, kami sudah berupaya membuat kebijakan dan mereka harus berupaya untuk berubah serta meningkatkan kompetensinya,” tegas Sutarno.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Tri Astutik mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi menurunya siswa SD, disebabkan diantaranya tingkat kelahiran rendah, banyak yang sudah usia sekolah tetapi ikut pergi sama orang tuanya atau pindah tempat. Selain itu juga disebabkan karena rendahnya mutu pendidikan dan juga sarana prasarana yang kurang memadai atau kurang layak. “Sekolah yang memang siswanya sedikit harus di marger, apa lagi di desa itu ada 2 sekokah yang berdekatan,” jelas politisi Gerindra tersebut.

Tri Astutik menambahkan, bahwa tenaga pendidik juga masih kurang dari rasio jumlah siswa. Juga perlu adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidiknya, memiliki inovasi dan juga peningkatan prestasi siswa, sehingga minat masyarakat akan bertambah. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author