Published On: Kam, Okt 23rd, 2014

SDN Kecamatan Soko Belum Siap Terapkan K-13

SOKO

KISWATI: Yang jelas kami terkendala fasilitas penunjang seperti pendistribusian buku yang belum menyeluruh, kurangnya mediasi network serta alat peraga kegiatan. Siswa rata rata belum pro aktif.

KISWATI: Yang jelas kami terkendala fasilitas penunjang seperti pendistribusian buku yang belum menyeluruh, kurangnya mediasi network serta alat peraga kegiatan. Siswa rata rata belum pro aktif.

seputartuban.com–Kekhawatiran publik pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) akan menemui banyak kendala dan berpotensi gagal total, sebab terkesan dipaksakan serta buru-buru, maki mendekati kebenaran.

Terbukti, sejumlah sekolah di Kabupaten Tuban yang mulai tahun ini diwajibkan mengaplisikan K-13, belum-belum sudah “menyerah” alias kebingungan bagaimana melaksanakannya tidak memiliki persiapan yang matang.

Kepala SDN Simo 1, Kiswati, mengakui perubahan kurikulum tersebut masih terlalu sulit dilaksanakan mengingat keaktifan siswa sendiri belum siap. Salah satu kendala yang sampai sekarang belum bisa ada jalan keluarnya adalah fasilitas internet dan lainnya, sebagai penunjang utama pnerapan K-13.

“Mungkin terlalu dini, ya. Yang jelas kami terkendala fasilitas penunjang seperti pendistribusian buku yang belum menyeluruh, kurangnya mediasi network serta alat peraga kegiatan. Siswa rata rata belum pro aktif,” terang Kiswati saat ditemui sekolahnya, Kamis (23/10/2014) pagi.

Menurut dia, K-13 adalah implementasi pendidikan berbasis karakter untuk menggantikan kurikulum pendidikan yang mengutamakan pemahaman, skill dan pendidikan berkarakter.

“Untuk itu, siswa dituntut paham atas materi dan aktif dalam berdiskusi serta presentasi. Juga memiliki sopan santun, disiplin yang tinggi, kesiapan dan keaktifan. Sayangnya para peserta didik sendiri belum aktif terkait pengamatan mereka secara otodidak,” katanya.

Disebutkan, pengetahuan dalam K-13 sejatinya sama seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya, yaitu penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam pelajaran. Bahwa kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam pendidikan, adalah keniscayaan yang tak terbantahkan.

“Tapi untuk melaksanakan kurikulum kan nggak bisa sepotong-sepotong. Butuh proses dan tidak bisa serta merta,” tandas Kiswati.

Dia mengimbuhkan, kurikulum ideal adalah sesuatu yang dicita-citakan atau merupakan keinginan-keinginan. Setiap keinginan kadang tercapai dan kadang tidak. Tergantung upaya mewujudkannya. Sedang keberhasilan seseorang harus melakukan upaya-upaya dalam mewujudkan apa yang diinginkannya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos