Published On: Jum, Sep 19th, 2014

Satpol PP Tuban Tak Punya Wibawa, Tambang “Ilegal” Kian Marak

SOKO

TIDAK MEMPAN: Meski sudah jelas-jelas terpasang papan larangan Satpol PP Tuban, namun aktifitas penambangan tanah uruk di Dusun Depes, Desa Simo, Kecamatan Soko, hingga Jumat (19/09/2014) siang tetap jalan terus.

TIDAK MEMPAN: Meski sudah jelas-jelas terpasang papan larangan Satpol PP Tuban, namun aktifitas penambangan tanah uruk di Dusun Depes, Desa Simo, Kecamatan Soko, hingga Jumat (19/09/2014) siang tetap jalan terus. (foto:  ARIF AHMAD AKBAR)

seputartuban.com– Wibawa Satpol PP Pemkab Tuban sebagai penjaga tegaknya peraturan daerah (perda) dipertanyakan. Buktinya, upaya hukum Satpol PP menutup lokasi tanah uruk di Dusun Depes, Desa Simo, Kecamatan Soko, yang diduga tak memiliki izin galian C tak digubris.

Meski sudah dipasang papan peringatan besar bertuliskan “DISEGEL Satuan Polisi Pamong Praja Tuban KARENA TIDAK MEMILIKI IJIN” di jalan masuk menuju lokasi, namun hingga Jumat (19/09/2014) siang aktifitas penambangan tanah uruk tetap berlangsung.

Penuturan warga di sekitar lokasi proyek, papan sebagai tanda disegelnya aktifitas penambangan tanah uruk tersebut dipasang sekelompok orang berpakaian Satpol PP seminggu yang lalu.

“Harusnya sejak papan itu dipasang, berarti seluruh kegiatan penambangan wajib dihentikan. Kawasan ini jelas-jelas merupakan daerah terlarang untuk ditambang karena tidak memiliki izin. Tapi nyatanya peringatan itu tidak mempan,” ungkap sejumlah warga, Jumat (19/09/2014) siang.

Menurut warga, penutupan lokasi tambag tanah uruk milik warga lokal ini sejalan dengan aspirasi masyarakat. Sebab sejak lokasi tersebut dikeruk dengan menggunakan mesin eksavator sangat mengganggu.

Warga mengaku, cukup terganggu dengan “hujan” debu sebagai imbas tanah yang dikeruk mesin besar itu. Selain itu, suara dan getaran mesin saat bekerja juga dikeluhkan.

“Hilir mudik truk pengangkut tanah urukan yang turun naik dari lokasi penambangan, makin membuat perumahan penduduk seperti kena hujan debu,” tandas warga.

Mengantisipasi agar fakta tersebut tidak makin membuat warga resah, mereka berharap Pemkab Tuban kembali turun lokasi.

“Jangan sampai ada kesan pemerintah daerah lepas tangan. Ini kan sama artinya Satpol PP cuma pandai memasang papan larangan tapi tidak diikuti tindakan pengawasan,” imbuh warga lainnya.

Menariknya, saat seputartuban.com menyambangi lokasi tambang yang jelas-jelas sudah disegel Satpol PP Pemkab Tuban tersebut, tampak mobil patroli mobil Shabara parkir tak jauh dari pintu masuk aktifitas proyek.

Sementara seorang berpakaian dinas polisi terlihat ngobrol serius dengan dua lelaki tak berseragam. Salah satunya kemudian diketahui bernama Lamto, seorang yang bertugas sebagai operator lapangan.

Ketika seputartuban.com sedang mengambil berbagai angle foto di lokasi penambangan, seorang yang berpakaian polisi langsung mendekat.

“Anda siapa dan darimana?” tanya lelaki berpakaian polisi tersebut singkat. Namun ketika dijawab dari seputartuban.com dia tak berkata sepatah katapun dan langsung balik kanan menemui Lamto.

Terlihat dia membisikkan sesuatu ke telinga Lamto sebelum akhirnya pergi menuju mobil patroli Sabhara diikuti lelaki tak berseragam.

Sementara Lamto sendiri ketika ditanya seputartuban.com cuma menjawab bahwa dia hanya seorang pekerja. Saat didesak siapa sejatinya pemilik usaha galian tanah uruk itu, Lamto berusaha berdiplomasi.

“Maaf, Mas. Saya cuma diserahi untuk mengawasi orang yang bekerja di penambangan ini,” tandas Lamto.  ARIF AHMAD AKBAR  

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos