Published On: Sel, Nov 17th, 2015

Satpol PP Tuban Kebobolan Wisata Nganget “Bodong” Perhutani KPH Jatirogo

TUBAN

BOBOL: Geger skandal wisata "bodong" pemandian air panas di petak 33a, RPH Kejuron, BKPH Bangilan, yang dikelola KPH Perhutani Jatirogo ternyata luput dari pantauan Satpol PP Tuban.

BOBOL: Geger skandal wisata “bodong” pemandian air panas di petak 33a, RPH Kejuron, BKPH Bangilan, yang dikelola KPH Perhutani Jatirogo ternyata luput dari pantauan Satpol PP
Tuban.

seputartuban.com-Geger skandal wisata “bodong” pemandian air panas di petak 33a, RPH Kejuron, BKPH Bangilan, yang dikelola KPH Perhutani Jatirogo ternyata luput dari pantauan Satpol PP Tuban.

Hal ini menjadi aneh, mengingat keberadaan pemandian air panas atau Wisata Nganget di Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan tersebut, sudah resmi dibuka untuk umum sejak tahun 2008 silam. Setiap pengunjung yang masuk ditarik Rp 3 ribu namun tidak diberi karcis.

Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto, ketika dikonfirmasi seputartuban.com bersikukuh menyatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan soal pengelolaan Wisata Nganget yang diduga belum mengantongi izin.

“Secara otomatis kami belum bisa mengambil tindakan apa-apa terkait masalah tersebut. Secepatnya akan kita lakukan koordinasi dengan instansi terkait soal Wisata Nganget yang dikelola Perhutani Jatirogo,” ungkap Heri, Senin (16/11/2015) siang.

Namun demikian, dia menegaskan jika memang benar-benar terbukti melanggar peraturan daerah (perda) Kabupaten Tuban akan ditindak. Hanya saja, Heri belum bisa menjelaskan tindakan hukum apa yang akan dijatuhkan.

“Apakah nantinya akan ditutup atau bagaimana akan kita koordinasikan lebih dulu. Tidak semudah itu menjatuhkan sanksi. Kita akan pelajari dulu kasusnya,” tandas Heri.

Terpisah, Administratur Perhutani KPH Jatirogo Achmad Basuki, mengaku belum mengetahui apakah Wisata Nganget yang puncak lonjakan pengunjungnya mencapai ribuan setiap malam Jumat tersebut, sudah mengantongi izin atau belum.

“Saya baru mengetahui ada Wisata Nganget setelah menjabat Adm di KPH Jatirogo. Kalau memang perlu dilakukan perizinan akan kita laksanakan. Kita siap,” tegas Basuki.

Dia juga membantah adanya rumor yang menyebut Perhutani KPH Jatirogo menolak tawaran kerjasama yang diajukan Dinas Perekonomian dan Pariwsita untuk mengelola sumber air panas yang kini diributkan ini.

“Selama ini belum pernah ada tawaran dari Disperpar Tuban untuk mengelola wisata tersebut,” ujar dia.

Basuki juga menandaskan, pihaknya siap melakukan kerjasama dengan Pemkab Tuban dalam mengelola wisata tersebut. Hanya saja, kerjasama tersebut harus benar-benar jelas.

Menurut Basuki, yang dia ketahui Wisata Nganget saat ini dikelola KPH Jatirogo bersama warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kenduruan.

“Setiap bulannya kita berikan kompensasi ke pemerintah desa sebesar Rp 1,5 juta,” kata Basuki.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author