Published On: Sab, Jun 4th, 2016

Sampai Batas Akhir, Masyarakat Tidak Didatangi Petugas SE

TUBAN

seputartuban.com – Proses pendataan sensus ekonomi (SE) 2016 diketahui telah berakhir per 30 Mei. Namun prakteknya masih banyak penduduk atau pelaku usaha yang didatangi petugas. Sebagian besar terjadi diwilayah pedesaan, diduga data yang dilaporkan bukan hasil pendataan langsung.

Kepala BPS Tuban, Prayogo

Kepala BPS Tuban, Prayogo

Hasil pengamatan wartawan seputartuban.com masyarakat di wilayah pedesaan di sejumlah kecamatan diduga mengalami hal yang sama. Diantaranya di wilayah Kecamatan Montong.  Masyarakat rumah tangga maupun pemilik usaha di Desa Talangkembar, Desa Guwoterus, Desa Nguluhan tidak didatangi petugas sensus. Padahal kawasan itu terdapat sejumlah pemilik usaha toko mracangan, warung makan, bengkel, salon dan jenis usaha lainya. “Tidak pernah ada petugas sensus kesini mas,” ungkap Sulikah, warga Desa Guwoterus.

Kondisi serupa terjadi diwilayah Kecamatan Kenduruan. Rumah tangga maupun pelaku usaha juga luput dari SE 2016. Seperti diungkapkan Rohmad (25), warga Desa Sidohasri, dia buka pagi sampai sore namun tidak ada satupun petugas yang mendatanginya. “Padahal bengkel saya, saya buka sejak jam 8 pagi sampai 4 sore, namun belum ada petugas yang kesini,” katanya, Jumat (3/6/2016).

Menanggapi kondisi ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban, Prayogo Setyo Widodo, membenarkan hal tersebut. Sehingga Diinstruksikan kepada seluruh petugas SE untuk melakukan cek ulang pendataan yang sebelumnya telah dilaksanakan sebulan terakhir.

Dia menyampaikan, dengan cek ulang tersebut nantinya selain untuk meminimalisir terlewatnya penduduk yang tidak terdata juga untuk menghindari dan mengantisipasi kesalahan data. Dengan harapan melalui pendataan ulang tersebut, data yang masuk ke BPS benar-benar akurat. “Sehingga data di BPS bisa benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan,” katanya.

Prayogo melanjutkan, pendataan ulang tersebut dilakukan sejak Selasa (31/5/2016), dimana hasilnya, terdapat beberapa warga yang ternyata belum sempat terdata oleh petugas SE. “Dari pendataan ulang di area alun-alun, GOR (Rangga Jaya Anoraga), Boom ternyata masih ada pedagang kaki lima yang terlewatkan dan ada pula data yang perlu dibenahi,” jelasnya.

Ditegaskan untuk petugas SE harus mengantongi surat keterangan melakukan pendataan dan pendataan ulang dari RT setempat. “Untuk bisa mencairkan upah kerja, petugas harus punya surat keterangan melakukan pendataan dan kroscek ulang dari RT,” pungkasnya. USUL PUJIONO/MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author