Published On: Rab, Apr 6th, 2016

Sampah Makin Bertambah, Totalitas Pengelolaan Makin Dikuatkan

TUBAN

GIAT : Truk pengangkut sampah keliling pemukiman

GIAT : Truk pengangkut sampah keliling pemukiman

seputartuban.com – Bertambahnya jumlah penduduk dan pemukiman, menambah pula jumlah sampah yang harus ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Tuban.

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas PU Pemkab Tuban, Edi Kartono, Selasa (5/4/2016) mengatakan pihaknya terus melakukan penanganan dan pengelolaan sampah perkotaan maupun kawasan lainnya Se-Kabupaten Tuban.

Saat ini Dinas PU sudah menyediakan 48 depo Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang tersebar se-Kabupaten Tuban dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Gunung Panggung di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding. TPA tersebut tiap harinya menerima lebih dari 50 ton sampah.

Untuk meningkatkan pelayanan, akan ditambah 7 depo TPS baru. Yang akan diletakkan di Kecamatan Palang, kecamatan Jenu yang masing masing di tambah 2 TPS, dan Kecamatan Soko, Kecamatan Tambak Boyo serta Kecamatan Senori masing-masing 1 TPS. “Daerah daerah tersebut, produksi sampahnya cukup tinggi, jadi kedepan kita dirikan TPS lagi. Mengingat TPS yang sudah ada masih kualahan menampung sampah,” ujarnya.

Saat ini telah dipekerjakan 165 petugas kebersihan yang bertugas membersihkan sampah dari kawasan perkotaan dan kawasan lainnya. Serta ditambah 46 tenaga pendukung, yakni petugas kebersihan drainase, petugas keliling dan petugas penjaga TPA.

“Petugas tersebut kita pekerjakan dari pagi hingga sore. Demi menjaga kebersihan lingkungan di Tuban. Kita juga punya 10 truk sampah, yang berfungsi untuk mengangkut sampah,” lanjutnya.

Untuk memanfaatkan sampah, Dinas PU juga mengolah menjadi gas metan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Di TPA Gunung Panggung, namun rencananya sampah di TPS Desa Besowo, Kecamatan Jatirogo akan dikembangkan serupa.

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas PU Pemkab Tuban, Edi Kartono

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas PU Pemkab Tuban, Edi Kartono

“Gas metan dimanfaatkan untuk 35 rumah yang ada disekitar TPA. Kedepan produksi gas metan dipastikan bertambah jadi ada 30 rumah lagi yang rencananya bakal menikmati gas metan. Disalurkan kepada warga dengan pipa yang telah tersedia secara gratis untuk bahan bakar memasak,” jelas Edi.

Di TPA terdapat 6 bak untuk pengolahan sampah, dua diantaranya telah difungsikan untuk pengolahan menjadi gas metan. Sedangkan 4 bak lainnya masih dipakai untuk menyimpan sampah. Selain itu juga menghasilkan energi listrik sekitar 5 ribu watt, energi tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik TPA.

Tahun 2016, anggaran yang digunakan untuk operasional penanganan sampah sebesar Rp. 1,5 milyar. Termasuk didalamnya gaji dan konsumsi petugas kebersihan. Selain itu untuk tahun 2016 ini juga digelontorkan dana sebesar 2,9 milyar untuk pengadaan sarana dan prasarana, termasuk untuk pembuatan 7 TPS baru. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author