Published On: Sab, Jul 11th, 2020

Salah Jika Disebut Klaster Gudang Garam Tuban, Ini Penjelasannya

seputartuban.com, TUBAN – PT Merdeka Nusantara keberatan jika diberitakan jika salah satu kluster penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) adalah Gudang Garam Tuban. Di lokasi produksi mitra Gudang Garam di Tuban. Perusahaan melalui keterangan pers yang dikirim Kasie PGA PT. Merdeka Nusantara MPGG Tuban, Moch. Adib Musyafa membantahnya dengan memberikan sejumlah penjelasan.

Bahwa mulai 20 mei 2020 merupakan hari terakhir perusahaan berproduksi. Karena cuti bersama lebaran dimulai 21 mei 2020 sampai 3 juni 2020 atau 14 hari. Karena mendapat arahan dari Gugus Tuban Kabupaten Tuban, libur diperpanjang.
Kemudian sebelum masuk kerja pada 15 juni, pada 12-13 Juni 2020 dilakukan rapid tes mandiri oleh perusahaan. Dari 1.634 karyawan, 33 orang dinyatakan reaktif. Dengan rincian 33 orang dari wilayah Kabupaten Tuban dan 2 orang dari Kabupaten Lamongan.

WAJIB : Setiap pekerja cuci tangan saat akan memasuki area perusahaan dengan mematuhi jarak aman protokol kesehatan

“35 orang tersebut diarahkan untuk isolasi mandiri semenjak dinyatakan reaktif sampai sekarang. Tidak pernah kontak dengan teman pekerja lain sejak hari pertama libur 21 Mei 2020,” kata Adib.

Hasil tes tersebut diserahkan kepada Tim Gugus Tuban Kabupaten untuk ditindaklanjuti dengan Tes SWAB. “Swab tes gelombang pertama dilakukan pada tanggal 22-23 Juni 2020 dengan peserta sejumlah 13 orang. Swab tes gelombang 2 dilakukan pada tanggal 25-26 Juni 2020 dengan peserta sejumlah 18 orang. Swab tes gelombang 3 dilakukan pada tanggal 31 Juni – 01 Juli 2020 dengan peserta 2 orang,” imbuhnya.

Sedangkan untuk 2 orang yang dari Kab. Lamongan, tes swab dilakukan mandiri oleh perusahaan dengan pelaksana Tim Wadah Sehat pada tanggal 4 Juli 2020. “Pada tanggal 2-3 Juli 2020, dilakukan rapid tes mandiri kedua jumlah total peserta 1.709 dengan hasil semua Non-Reaktif,” jelasnya.

JARAK AMAN : Penerapan jarak aman juga dibelakukan saat para pekerja sedang produksi

Pada tanggal 6 Juli 2020 keluar hasil tes swab untuk gelombang pertama dengan hasil semua pekerja (13 orang) dinyatakan negative. Pada tanggal 9 Juli 2020 keluar hasil tes swab untuk gelombang kedua dengan hasil 15 orang negative dan 3 orang positif. ” 3 Karyawan yang Positif tersebut mulai tanggal 21 Mei 2020 sampai dengan saat ini (10 Juli 2020), masih isolasi mandiri di rumah dan tidak oernah kontak dengan karyawan lainnya semenjak libur cuti lebaran lalu,” tegasnya.

Atas dasar hal diatas, perusahaan keberatan dinyatakan sebagai “kluster GG”. Karena kesimpulannya pekerja tertular saat libur lebaran bukan pada saat aktifitas di pabrik. Sejak saat libur sampai sekarang, mereka (positif Covid-19) belum pernah hadir bekerja. “Sampai saat ini tidam ada PHK karyawan dan masih mendapatkan gaji bulanan,” pungkasnya.

Perusahaan telah membagikan multivitamin untuk pekerja. Juga mewajib cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas. Serta screening suhu karyawang dengan Thermal Satir.

Diketahui, kluster GG diberitakan oleh sejumlah media menjadi kluster penularan baru positif Covid-19. Berita itu bersumber dari rilis pers. NAL

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos