Published On: Jum, Apr 3rd, 2015

Saatnya Jalan Lingkungan Jadi “Sorga” Rakyat

SEMANDING

Kegiatan Reses Anggota DPRD Tuban, Mukhammad Musa

Kegiatan Reses Anggota DPRD Tuban, Mukhammad Musa

seputartuban.com –Hingga jelang tutup periode duet kepemimpinan Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Husein, infrastruktur di Kabupaten Tuban masih menjadi keprihatinan tersendiri di tengah tuntutan masyarakat yang terus membuncah.

Persoalan jalan lingkungan yang harusnya sudah tiba masanya disentuh pembangunan seolah terabaikan APBD. Padahal ruas jalan ini menjadi hulu urat nadi roda ekonomi rakyat.

“Kalau saja jalannya tak membikin nyaman masyarakat, lantas bagaimana kami rakyat kecil ini bisa memuwujudkan peran aktif terhadap program dan kebijakan pemerintah,” ungkap perwakilan warga Desa Kowang, Kecamatan Semanding, kepada anggota DPRD Tuban Mukhammad Musa waktu menggelar serangkaian reses di Dapil III sepanjang pekan lalu.

Kegiatan Reses Anggota DPRD Tuban, Mukhammad Musa

Kegiatan Reses Anggota DPRD Tuban, Mukhammad Musa

Menanggapi problem tersebut politisi Partai Golkar asli Semanding ini, tak menyangkal jika keberadaan jalan lingkungan sangat vital karena menjadi tumpuan aktivitas sehari-hari.

Kata Musa, jika hal ini tak segera ditangani dapat mengancam keselamatan publik. Paling umum pengguna jalan bisa saja terjatuh karena kondisi jalan rusak.

“Jalan lingkungan adalah sebuah keniscayaan dan urat nadi masyarakat. Dipakai untuk semua aspek kehidupan masyarakat. Ini perlu diutamakan,” kata mantan aktivis mahasiswa ini, Jumat (03/04/2015) siang.

Tak cuma soal jalan lingkungan. Anggota Komisi C dari Fraksi Golkar Keadilan Sejahtera ini juga mendapat usulan bidang pertanian. Salah satunya pembuatan saluran irigasi.

“Selain ketersediaan pupuk yang cukup, saluran air juga sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan petani. Serta bentuk nyata pemerintaan pro rakyat,” tutur dia mersepon usulan para petani.

Sementara menyangkut bidang kesehatan, Musa dicurhati terkait perbaikan gizi balita dan lansia.

“Ya, kita semua harus sepakat. Balita adalah generasi penerus yang tidak boleh diperhatikan setengah hati. Selain itu penganggaran untuk lansia masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Sedangkan jalur pendidikan, Musa mengatakan adanya anggaran bantuan untuk siswa miskin perlu ditingkatkan pegawasannya.

“Program baik itu harus tepat sasaran. Jangan sampai disalahgunakan. Perlu dilakukan evaluasi berkala sesuai masukan-masukan masyarakat,” tegas Musa yang selain di Desa Kowang juga blusukan di Kelurahan Gedongombo, Desa Semanding dan Desa Tunah. Semuanya di Kecamatan Semanding. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author