Published On: Sen, Sep 28th, 2015

Rumah Petani Parengan Ludes Terbakar

PARENGAN

TINGGAL PUING: Rumah milik Sukono (55) di Desa Kemlaten, Kecamatan Parengan, tinggak setelah dilalap api, Minggu (27/09/2015) pagi.

TINGGAL PUING: Rumah milik Sukono (55) di Desa Kemlaten, Kecamatan Parengan, tinggak setelah dilalap api, Minggu (27/09/2015) pagi.

seputartuban.com-Sebuah rumah milik Sukono (55) di Desa Kemlaten, Kecamatan Parengan, rata dengan tanah setelah dilalap api, Minggu (27/09/2015) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 09.00 wib tersebut.

Seluruh penghuni rumah sedang melakukan aktivitas rutin di sawah saat kebakaran yang meludeskan seluruh aset korban. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 250 juta.

Kasi Humas Polsek Parengan, Bripka Eko Teguh yang mendatangi lokasi kejadian, menyebutkan kali pertama yang mengetahui kebakaran tersebut adalah Faizin (34) tetangga korban.

Berdasarkan kesaksian Faizin, saat melintas du samping rumah korban dirinya melihat api berkobar dari celah dinding kayu. Tidak jelas dari mana sumber api tersebut.
Spontan dia mengabarkan kejadian itu ke tetangga sekitar.

Karena konstruksi rumah sebagian besar dari kayu ditambah cuaca yang panas api dengan cepat menjalar. Dengan peralatan seadanya warga berusaha memadamkan api, namun tak berhasil menyelamatkan rumah semi permanen tersebut.

Api baru berhasil dilokalir satus setengah jam setelah mobil pemadam kebakaran (PMK) Pemkab Bojonegoro tiba di lokasi.

Bripka Eko Teguh, mengatakan dari olah tempat kejadian perkara (TKP) diperoleh kesimpulan sumber kebakaran berasal dari konsleting listrik.

“Hasil olah TKP sementara penyebab kebakaran berasal dari konsleting arus listrik di ruang tengah,” tutur Eko, Senin (28/09/2015) pagi.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. wonk soko berkata:

    Mestinya pemkab,Tuban hrus mikirin damkar untuk wilayah sekitar soko,parengan,senori dll,krn setiap ada kebakaran selalu yg madamkan damkar dri bojonegoro,apa pemkab tuban tidak malu kepada kabupaten tetangga?mereka membeli damkar dengan uang apbd tetapi jg untuk madamin kebakaran di wilayah Tuban!