Published On: Ming, Jul 20th, 2014

Rp 682 Juta untuk Pecah Banjir Mandirejo

MERAKURAK

Salah satu sudut pembangunan pelebaran DAS di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Minggu (20/07/2014) pagi.

Salah satu sudut pembangunan pelebaran DAS di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Minggu
(20/07/2014) pagi.

seputartuban.com-Merespon luapan banjir tahunan setiap musim penghujan tiba, daerah aliran sungai (DAS) di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, harus diperlebar.

Sebelumnya, lebar gorong-gorong 1,5 meter dengan kedalaman cuma 1 meter saja. Praktis bangunan yang berfungsi sebagai pemecah luapan sungai saat penghujan ini,  sangat tidak mungkin bisa menampung air yang cukup besar.

Paling sulit ditanggulangi seperti air kiriman dari kawasan selatan kecamatan setemapat.  Bahkan, gorong-gorong yang berada tepat di sisi kantor Koramil Merakurak juga menjadi muara air kiriman dari Kecamatan Grabagan dan sebagian Kecamatan Tuban. Alhasil, air hujan selalu meluber hingga ke area persawahan dan permukiman. Meski sudah berlangsung bertahun-tahun, namun perbaikan baru dilakukan tahun ini.

Dampak yang ditimbulkan akibat adanya penyempitan aliran sungai sangat besar. Puluhan hektar lahan persawahan dan pemukiman desa juga ikut terendam. Saat musim hujan tiba dipastikan warga sekitar cemas akan datangnya banjir.

Seperti yang diungkapkan Suhadi, warga setempat. Dia menjelaskan bahwa setiap tahun rumahnya selalu kebanjiran. Akibat dari aliran sungai yang tidak mampu menampug air.

“Air kiriman dari desa yang di selatan kecamatan itu yang bahaya. Terkadang di sini hujan sedikit, tapi air hujan kiriman hujan sangat banyak,“ terang lelaki 50 tahun ini, Minggu  (20/07/2014).

Menurutnya, hal ini akibat sempit dan kecilnya aliran sungai. Banjir juga menyebabkan lahan sawah ikut terendam. Musim panen yang setiap tahun bisa mencapai tiga kali, harus menjadi dua kali.

“Kalau musim tanam triwulan kedua itu mesti banjir,“ imbuh Suhadi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Tuban, Choliq Qunnasih, menjelaskan pembangunan aliran sungai sudah sesuai hasil musyawarah dan perencanaan pembangunan desa. Pihaknya hanya merealisasikan melalui APBD Kabupaten Tuban.

Untuk pelebaran DAS ini dianggarkan Rp 682, 51 juta yang digarap oleh CV Prima Nusa sebagai rekanan. Dijadwalkan proyek ini akan rampung dalam waktu lima bulan ke depan. Sehingga musim penghujan mendatang sudah tidak lagi banjir.

”Kita sudah kerjakan hampir 1 bulan lalu. Memang itu murni usulan warga. Kita lebarkan menjadi empat meteran dan lebih dalam,“ jelas Coliq. HANAFI

Facebook Comments

About the Author