Published On: Sen, Nov 21st, 2016

Ribuan Warga Tuban Masih Pengangguran

TUBAN

seputartuban.com – Jumlah pencari kerja di kabupaten Tuban terus meningkat, sedangkan penyerapan tenaga kerja masih rendah. Dengan mengadakan berbagai program yang digelar seperti Job Fair dan IPK (informasi pasar kerja), sepertinya masih belum bisa mengimbangi meningkatnya pencari kerja.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Harsono Tri Asworo

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Harsono Tri Asworo

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Harsono Tri Asworo, belum lama ini mengatakan minimnya penempatan para pencari kerja, salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya keterampilan mereka.

Selama dari bulan Januari sampai bulan Oktober 2016 jumlah pencari kerja sebanyak 605 orang. Sekitar 61 orang perbulan yang mengurus kartu kuning (AK1). Sedangkan yang sudah ditempatkan baru 289 orang atau 47,76 persen dari total pendaftar AK1 dari data tersebut diatas.

Jadi ada 316 orang pencari kerja sepanjang tahun ini yang masih belum ditempatkan. Itu belum yang tahun tahun lalu yang ada sebanyak 4.185 orang yang masih belum ditempatkan. Sehingga jumlah orang yang masing menganggur mencapai 4.501 orang.

Sepanjang tahun 2015 ada 562 pencari kerja di Kabupaten Tuban. Dari jumlah itu, baru sekitar 163 orang yang sudah ditempatkan. Sedangkan pada tahun 2014 jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning sebanyak 1.080 orang.

Harsono mengakui memang belum seimbang antara jumlah pencari kerja dengan jumlah penempatan tenaga kerja atau kebutuhan perusahaan. Selain itu juga sering ada ketidak cocokan dengan lowongan kerja yang tersedia. “Antara minat (pencari kerja) dengan yang dibutuhkan sering tak cocok,” lanjutnya.

Ditambah, keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja, sebagian besar tidak sesuai kebutuhan perusahaan. Yakni pencari kerja tidak memiliki kompetensi dari lapangan pekerjaan yang tersedia. “Pencari kerja kebanyakan lulusan SMA, sedangkan yang dibutuhkan kebanyakan lulusan SMK dan Perguruan Tinggi,” pungkas Harsono. USUL PUJIONO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos