Published On: Rab, Okt 23rd, 2013

Ribuan Syecher Bersholawat Bersama Habib Syech

Share This
Tags

MERAKURAK

seputartuban.com – Ribuan Syecher, sebutan pecinta Habib Syech datang dari berbagai Kabupaten disekitar Tuban diacara senandung sholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Di lapangan Perumdin PT.  Semen Indonesia, Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Selasa (22/10/2013) malam. Dalam rangka HUT Semen Indonesia ke-56.

Habib Syech.,.

MENGGEMA : Habib Syech saat bersholawat dihadapan ribuan syecher

Habib asal Solo, Jawa Tengah ini memulai pengajianya dengan bersholawat dan diiringi dengan musik Hadroh Ahbaabul Musthofa Kudus binaanya. Nampaknya sholawat yang dilantunkan putra Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf membuat para Syecher “tersihir”.

Ketika bersholawat dengan melantunkan Syi’ir Jawa maupun nada lainya membuat para syecher menikmatinya dengan berjoget. Nampaknya ini salah satu cara agar semangat dalam melantunkan sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW. Susana terasa berbeda ketika 2 penari Sema (tari sufi) juga mengiringi Habib Syech ketika bersholawat.

Dalam tausiyahnya, Habib Syech dengan suara khasnya menjelaskan agar selalu berjihad (perang) melawan hawa nafsunya. Sereta agar umat Islam untuk tetap bersatu, dan berdamai. Dicontohkan dalam bidang pekerjaan (perusahaan) para pimpinan agar tidak meremehkan bawahanya. Karena tidak ada bos jika tidak ada anak buah.

SUFI : Dua penari Sema mengiringi sholawat Habib Syech

SUFI : Dua penari Sema mengiringi sholawat Habib Syech

“Kalau ada pegawai 1 yg tidak beres, maka perusahaan akan hancur. Tidak ada bawahan tanpa atasan, dan sebaliknya. Maka harus rukun dimulai dari keluarga. Kalau ada pembantu yang tidak sholat saja, maka keluarga itu akan rusak, ” lanjutnya.

Selain itu, Habib Syech mengajak agar tetap bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Semua pekerjaan harus ditanggung bersama, saling mengingatkan karna Allah SWT tanpa mengucilkan yang lain. Usai memberikan tausyiah, habis Syech kembali bersenandung. “Amal ibadah akan tergantung diri pribadi. Tanggung jawab adalah bukti amal. Kita coba dari kita dahulu,” unghkapnya. (han)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos