Published On: Sen, Nov 21st, 2016

Reses Tulus; Serap Aspirasi Sambil Kuatkan Nasionalisme Warga

PLUMPANG

seputartuban.com – Anggota DPRD Tuban Komisi B, H. Tulus Setyo Utomo, S.Sos, Minggu (19//11/2016) disambut hangat warga Desa Kedungsoko, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.  Dalam reses itu nampak keharmonisan antara rakyat dan wakilnya.

MENGUATKAN RAKYAT : Tulus saat menyampaian penjelasan kepada warga yang hadir dalam Reses

MENGUATKAN RAKYAT : Tulus saat menyampaian penjelasan kepada warga yang hadir dalam Reses

Politisi asal PDI Perjuangan itu mengadakan Reses di Dusun Bandungrowo, RT 11 RW 03. Ia mendapat keluhan dari masyarakat setempat tentang menurunya nasionalisme masyarakat. Perlu ditingkatkan kwalitas warga negara indonesia dalam menjaga kebhinekaan untuk menjamin tetap kokohnya NKRI.

Warga mengeluh karena saat ini merasa dipecah belah setelah beredarnya kabar dugaan penistaan agama yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat luas. Dikhawatirkan, jika masyarakat tidak bijak dalam mengambil sikap, hal ini mampu memecah belah bangsa.

“Kita berkaca pada permasalahan yang sedang ramai diperbincangkan, jika kasus itu tidak segera diberikan tindakan. Maka, dikhawatirkan akan memecah belah bangsa yang pada akhirnya akan mengerdilkan keberadaan Indonesia,” terang Pardi (52) salah satu tokoh pemuda setempat.

Nampaknya Reses itu menjadi sarana warga untuk membangkitkan wawasan kebangsaan. Warga menilai jika masyarakat tidak dibekali dengan faham demokrasi yang cukup, dikhawatirkan dapat menyebabkan menurunya kualitas warga dalam hidup berbangsa, bernegara dan bertanah air Indonesia.

TANPA BATAS : Tulus dan warga yang hadir dalam Reses berkomunikasi aktif, sehingga masyarakat lebih dekat dengan wakilnya

TANPA BATAS : Tulus dan warga yang hadir dalam Reses berkomunikasi aktif, sehingga masyarakat lebih dekat dengan wakilnya

Menanggapi hal itu. anggota DPRD Tuban yang juga mantan punggawa Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jatim itu menjelaskan hal yang perlu ditempuh adalah menjadikan demokrasi bukan sebagai alat untuk mempertajam perbedaan. Melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk menemukan persamaan.

“Dibutuhkan sinergitas antar masyarakat, tokoh masyarakat, dan para pemuka agama dalam satu perspektif kebangsaan. Perbedaan adalah salah satu modal kekuatan bangsa jangan sampai ada upaya memecah belah bangsa,” sambung Tulus.

Kegiatan yang dihadiri 116 warga itu dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 14.45 WIB juga sebagai sarana menguatkan pemahaman 4 pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD45, NKRI & Bhineka Tunggal Ika agar kuat ditengah masyarakat. “Mari bersama-sama menjaga keutuhan pancasila, jangan sampai ideologi kita terkontaminasi. Kita kembali pada kesatuan NKRI, dan menjadi warga negara ber Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Selain nasionalisme, seperti biasanya Tulus juga menjaring aspirasi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan mesyarakat melalui program daerah. Serta program dan kinerjanya sebagai wakil rakyat. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author