Published On: Ming, Apr 24th, 2016

Reses Tri Astuti Jadi “Rumah” Rakyat

TUBAN

seputartuban.com – Reses anggota DPRD Tuban, Tri Astuti, S.H., melakukan reses di 3 kecamatan berbeda. Acara yang dihadiri lintas masyarakat itu sangat bermakna. Karena masyarakat atau kelompok masyarakatnya dapat menyampaikan langsung aspirasinya kepada Wakil Ketua Komisi C itu.

Masyarakat mengeluh masih bebas beredar karnopen. Tidak hanya masyarakat dewasa, yang semakin meresahkan adalah kalangan anak-anak serta pelajar. Pemerintah Kabupaten Tuban diharapkan lebih maksimal melakukan kerjasama dengan pihak terkait untuk melakukan pemberantasan Narkoba. Selain itu lebih maksimal mendorong terbentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

“Peredaran narkotika dan obat terlarang ini merupakan kejahatan yang terorganisir. Untuk itu dalam upaya pembinaan ,pencegahan,pengawasan,pengendalian dan rehabilitasi perlu di bentuk BNNK itu,” kata srikandi DPRD Tuban itu.

Reses Tri Astuti, S.H disejumlah tempat

Reses Tri Astuti, S.H disejumlah tempat

Pelayanan kesehatan masyarakat di Rumah Sakit dan Puseksmas diharapkan terus ditingkatkan. Tentang sarana prasarana, kualitas sumberdaya manusia. Sehingga mutu pelayanan kesehatan lebih meningkat dan berdampak pada derajat kesehatan masyarakat meningkat pula.

Anggota dewan yang juga Ketua Fraksi Gerindra itu mengatakan pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) paling lama 2 tahun sekali. Agar data penerima program sesuai dengan kondisi lapangan. Karena perubahan status sosial masyarakat dinamis, sehingga harus diimbangi update data yang lebih cepat, agar program dilaksanakan tepat sasaran. Diantaranya program BLSM, Raskin/Rastra, KIS, PKH dan lainya.

Kondisi jalan di Tuban juga masih perlu dilakukan perbaikan. Pemerintah diharapkan lebih meningkatkan pengawasan jalan yang rusak dan dapat menyikapi dengan cepat. Ketersediaan anggaran perbaikan jalan yang memadahi dan bertindak cepat melakukan perbaikan, tidak menunggu kondisi jalan sudah sangat parah terlebih dahulu.

“Penanggulangan banjir di daerah Tuban selatan yang mengakibatkan gagal panen. Sehinga masyarakat menuntut untuk normalisasi avour dan dibangunnya waduk yang bisa menampung debit air yang lebih pada saat musim hujan,” jelas Astuti.

Program bedah rumah yang sudah dijalankan Pemkab Tuban diharapkan lebih ditingkatkan. Karena masyarakat masih banyak yang membutuhkan di Dapil II. Peran serta sektor swasta juga lebih dimaksimalkan. “Masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dana CSR perusahaan supaya ikut mengalokasikan anggaran bedah rumah,” harapnya.

Informasi tentang jaminan kesehatan masyarakat tentang manfaat BPJS masih perlu ditingkatkan. Karena masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya asuransi kesehatan. “Tetapi masyarakat masih mengeluhkan premi yang harus dibayar merasa preminya terlalu tinggi. Karena dalam satu keluarga harus diikutkan semua serta klaim yang rumit,” tegasnya.

Masih banyaknya pengangguran, masyarakat berharap pemerintah membuka lapangan pekerjaan baru. Serta menggenjot program pelatihan kerja, agar masyarakat lebih kompeten dan mampu berkompetisi dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sedangkan bidang emansipasi wanita, masih kurangnya anggaran  pemberdayaan perempuan. Sehingga perlu program pemberdayaan perempuan untuk perbaikan ekonomi keluarga. “Mereka berharap adanya pelatihan ketrampilan dan pembinaan UMKM yang menyentuh warga secara langsung.  Sehingga dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” pungkasnya.

Tri Astuti adalah Wail Ketua komisi C DPRD Tuban membidangi masalah pendidikan ,kesehatan, ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan, kesejahteraan rakyat. Telah melakukan reses di 3 kecamatan. Yang dihadiri oleh Kepala Desa setempat, tokoh masyarakat, pengurus partai, pemuda, organisasi wanita, guru dan juga warga menyampaikan aspirasi tersebut diatas. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author