Published On: Rab, Apr 20th, 2016

Reses Musa Gali Aspirasi Sambil Beri Edukasi

SEMANDING

ANTUSIAS : Anggota DPRD Tuban, Muhammad Musa saat menyampaikan penjelasan kepada hadirin Reses

ANTUSIAS : Anggota DPRD Tuban, Muhammad Musa saat menyampaikan penjelasan kepada hadirin Reses

seputartuban.com – Reses anggota DPRD Tuban dari Dapil II, Muhammad Musa, S.Ag., M.M, Selasa (19/4/2016) di Desa Kowang, Kecamatan Semanding, jadi ajang penyerapan aspirasi sekaligus edukasi bagi masyarakat. Karena hadirin selain menyampaikan usul dan keluhan juga menerima informasi penting dari politisi Golkar itu.

Salah satu yang paling dirasakan masyarakat cukup parah adalah kondisi badan jalan yang makin tidak terurus. Rusak dibiarkan tidak kunjung diperbaiki, sehingga sangat terlihat kurangnya perhatian dalam pemeliharaan dan perawatan jalan.

Seperti yang diungkapkan salah satu hadirin Reses, Kepala Dusun Kowang Selatan, Parkum, dia mengeluh kondisi jalan yang terabaikan. “Beberapa ruas jalan sudah selayaknya dilakukan perawatan, mengingat beberapa diantara ruas tersebut sudah banyak yang berlubang dan dirasa membahayakan bagi masyarakat, kususnya pada waktu malam hari,” katanya.

KAUM HAWA : Ibu-ibu yang hadir dalam Reses Muhammad Musa nampak antusias mengikuti acara

KAUM HAWA : Ibu-ibu yang hadir dalam Reses Muhammad Musa nampak antusias mengikuti acara

Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan pelayanan kesehatan, pendidikan dan pengembangan kegiatan keagamaan. Semuanya dicatat oleh Musa sesuai dengan usulan masyarakat yang hadir sebagian dari kaum ibu itu.

Menanggapi sambutan positif warga menggunakan kesempatan dialog dengan anggota dewan, Musa sudah mencatat semua usulan dan keluhan masyarakat. Dan akan disampaikan dalam rapat dewan dan Pemkab Tuban agar dapat ditindaklanjuti.

“Tujuan dilaksanakanya kegiatan Reses ini diantaranya adalah menyampaikan program Pemkab Tuban dalam bidang sosial kemasyarakatan, bidang pendidikan, agama, dan kesehatan. Jika tidak tidak disampaikan dan dipantau secara saksama, dikhawatirkan program yang sudah direncakan itu tidak terlaksana,” ungkapnya.

Memberikan pendidikan (edukasi) kepada masyarakat bagian terpenting dalam keterbukaan informasi publik. Serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pemantauan kinerja Pemkab Tuban. Seperti halnya informasi setiap lembaga yang sudah berbadan hukum khususnya bidang pendidikan, Pemkab tuban sudah menganggarkan Rp. 16 miliar untuk program pendidikan anak putus sekolah.

Sedangkan pada bidang kesehatan, sudah dianggarkan dalam APBD 2016 untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat miskin sebera Rp. 20 Miliar. Untuk mempermudah pelayanan, Tuban merupakan satu-satunya Kabupaten yang masih menggunakan sistem SKTM.

“Jika hal ini tidak disampaikan kepada masyarakat secara menyeluruh, kami khawatir mereka tidak tau. Sehingga akses yang seharusnya mudah diraih atas anggaran yang sudah disediakan menjadi tidak maksimal,” lanjutnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author