Published On: Sel, Apr 26th, 2016

Reses Edi Susanto, Petani Masih Jadi Anak Tiri

SOKO

MENGURAI MASALAH : Anggota DPRD Tuba, Edi Siswanto, saat menjelaskan kepada hadirin

MENGURAI MASALAH : Anggota DPRD Tuba, Edi Siswanto, saat menjelaskan kepada hadirin

seputartuban.com – Reses Anggota DPRD Tuban dari Dapil III, Edi Sisusanto, Jumat (22/4/2016) siang di Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban mendapat keluhan para petani. Meski diprogramkan ketahanan pangan nasional, nampaknya mereka masih merasa menjadi anak tiri atau mendapat perhatian terbatas.

200 undangan yang hadir sebagain petani tersebut mengeluh. Mereka mengungkapkan sebenarnya hasil panen padinya bagus, namun belum dalam menyejahterakan mereka. Karena tidak sebanding baiaya produksi pertanian dengan hasil panen.

Ahmad Zaini (46), warga RT 02 RW 09 desa setempat, yang mewakili sejumlah petani, mengatakan dibutuhkan irigasi pertanian yang memadahi. Karena selama ini hanya mengandalkan musim hujan, sedangkan saat kemarau tidak dapat digunakan bercocok tanam. Padahal tanahnya sangat subur seluas sekitar 25 hektar.

PRIORITAS PETANI : Suasana Reses Edi Siswanto yang sebagian besar menyampaikan sedikitnya perhatian bidang Pertanian

PRIORITAS PETANI : Suasana Reses Edi Siswanto yang sebagian besar menyampaikan sedikitnya perhatian bidang Pertanian

“Kita memiliki lahan pertanian yang luas, tanahnya pun subur. Setiap kali panen hasilnya selalu bagus. Namun sayang saat musim penghujan saja. Selebihnya lahan kami tidak dapat diharapkan hasilnya karena terkendala air,” katanya.

Minimnya perhatian tersebut sangat dikeluhkan. Keinginan memiliki irigasi yang memadahi sudah disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pengembangan Desa (MusrenbangDes). Namun hingga saat ini belum dapat direalisasikan.

Nurkhozin (53), warga Dusun Dempel RT 05 RW 06 desa setempat mengusulkan keluhan bidang infrastruktur. Masyarakat menginginkan agar jalan yang menghubungkan antar desa segera dibuatkan saluran drainase. Jalan poros desa wilayah itu cepat rusak dan berlubang. Karena tidak ada drainase sehingga saat musim hujan, air meluber ke badan jalan dan mengikis aspal.

“Beberapa titik jalan poros desa belum terdapat saluran drainase. Sehingga luberan air hujan itu mengalir deras kebadan jalan dan menggerus aspal. Beberapa titik yang baru di aspal tahun lalu, sudah banyak yang berlubang lagi,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai aduan dan aspirasi masyarakat, Edy Susanto, anggota Komisi C DPRD Tuban yang sekaligus menjabat sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) itu akan menindaklanjuti keluhan warga. Aspirasi yang sudah disampaikan akan dibahas bersama eksekutif, salah satu diantaranya akan dilakukan rapat paripurna. “Hasilnya segera akan kita musyawarahkan dengan pimpinan dewan terkait hasil pelaksanaan serap aspirasi masyarakat ini,” tegasnya.

Sedangkan upaya yang akan dilaksanakan guna memperjuangkan hak masyarakat, diantaranya akan melakukan kajian tentang pengerjaan jaringan saluran irigasi untuk mengairi hektaran sawah warga. Sehingga ketahanan pangan tercapai untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Seluruh hasil dari pelaksanaan serap aspirasi masyarakat ini akan dilakukan pembahasan ulang di dewan. Sehingga dari kesimpulan itu dapat diketahui pada bidang apa yang akan diprioritaskan terlebih dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa sudah dilaksanakan diwilayah Desa Jati, Desa Sandingrowo, dan Desa Bangunrejo. Dengan waktu Pelaksana reses selama 2 hari. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author