Published On: Rab, Apr 20th, 2016

Reses di Desa Model, Mas Kris Jadi “Ladang” Curhat

BANGILAN

SEMANGAT : Anggota DPRD Tuban, Kristiawan saat memberikan jawaban dari pertanyaan hadirin

SEMANGAT : Anggota DPRD Tuban, Kristiawan saat memberikan jawaban dari pertanyaan hadirin

seputartuban.com – Reses anggota DPRD Kabupaten Tuban Dapil IV, Kristiawan, SP. MM di Desa Klakeh, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Selasa (19/4/2016) mendapat sambutan hangat masyarakat. Bahkan pertemuan itu seolah menjadi ajang curhat masyarakat yang desanya didaulat menjadi desa model Pemkab Tuban itu. Yakni desa yang menjadi prioritas pengentasan kemiskinan dengan prosentase warga miskin 35,2 persen.

Dalam acara Reses politisi yang juga kandidat doktor itu dihadiri perwakilan perangkat desa dan BPD, perwakilan kecamatan, tokoh masyarakat, Polisi, guru, petani dan pemuda itu sejak dibuka mendapat tanggapan antusias. Karena mereka mengungkapkan sejumlah hal yang selama ini belum mendapat solusi dari Pemkab Tuban.

“Bapak/Ibu sekalian mungkin dari Musrenbangdes yang belum direalisasi mungkin melalui Reses ini dapat kita perjuangkan bersama. Hasilkan akan jadi pembahasan dengan Pemkab Tuban. Asalkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Mas Kris membuka acara.

Secara bergantian warga mengungkapkan keluhanya, yakni proses penanganan dibidang pertanian masih lemah. Diantaranya saat terjadi wabah, Dinas Pertanian dan jajaranya sangat lambat bertindak. “Obat jangan dijadikan pajangan saja,” pria itu.

PENUH : 100 masyarakat menghadiri undangan Reses ini

PENUH : 100 masyarakat menghadiri undangan Reses ini

Beberapa waktu lalu tanaman padi 30 hektar terserang penyakit jamur. Namun saat akan mengajuan bantuan obat ke dinas sangat berbelit. Serta pembangunan jalan usaha tani seharusnya dibutuhkan 2,5 KM baru diberi perbaikan 300 meter.

Bantuan lainya adalah alat pertanian (traktor) sangat dibutuhkan, karena belum pernah mendapatkanya. Serta sistem terintegrasi mulai ternak hingga pengelolaan biogas.

Perbaikan drainase juga sangat dibutuhkan karena saat hujan berdampak kawasan desa dan Kantor Desa kebanjiran. Serta pipanisasi untuk menunjang pengelolaan air minum di desa.

Sedangkan dibidang pendidikan, seorang Ustadzah yang hadir mengusulkan bantuan pembangunan gedung Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Sudah memiliki badan hukum dan memiliki tanah wakaf namun juga belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Tuban.

Terkait kendala pelaksanaan dana desa, pemerintah desa yang tidak memiliki banyak Pendapatan Asli Desa (PADes) merasa resah. Karena kondisi Kantor Desa sudah membutuhkan rehab, namun DD tidak boleh dipakai membangun. Sedangkan desa tidak memiliki sumber pendapatan lain.

Selain itu, kinerja Pendamping Desa juga dikeluhkan. Karena pemerintah desa saat ini lebih banyak dibantu pemerintah kecamatan dibanding pendamping desa. Mulai perencanaan dan perumusan lainya atas konsultasi dengan pemerintah kecamatan. “Jarang ke desa, selama ini mengandalkan dari kecamatan,” kata salah satu perangkat desa mengeluh.

Banyaknya keluhan sekaligus permintaan masyarakat, mantan aktivis kampus itu mengaku akan tetap berupaya. “Semua usulan akan kami sampaikan ke Pemkab Tuban. Sepanjang demi kepentingan masyarakat akan tetap saya perjuangkan,” pungkasnya. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author