Published On: Sel, Apr 26th, 2016

Reses Aris ; Pentingnya Optimalisasi Kinerja Pemerintah

TUBAN

PENCERAHAN : Ir. Aris Dwi Septiana Setiawan saat menyampaikan penjelasan kepada hadirin

PENCERAHAN : Ir. Aris Dwi Septiana Setiawan saat menyampaikan penjelasan kepada hadirin

seputartuban.com – Reses anggota DPRD Tuban, Ir. Aris Dwi Septiana Setiawan, sebagai sarana menyapa masyarakat sekaligus menggali aspirasi masyarakat. Sejumlah masukan masyarakat menjadi catatan penting untuk menjadi bahan masukan ke Pemkab Tuban.

Anggota dewan yang juga Sekretaris DPC Demokrat Tuban itu menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakan Reses. Sehingga masyarakat tidak salah faham dan berani menyampaikan harapan dan saranya. “Agar masyarakat dalam Reses tidak jadi pendengar saja, tapi juga membawa misi kemasyarakatan,” jelasnya, Sabtu (23/4/2016).

Salah satu aspirasi masyarakat yang baru adalah perhatian bagi orang yang menangani proses pemakaman jenazah perlu diperhatikan. Karena peranya yang sangat penting dan tidak semua orang mau menjalankan pekerjaan mulia itu. “Modin jenazah itu perlu diperhatikan, selama ini tidak pernah dipikirkan. Bagaimana caranya itu yang perlu dibahas nanti. Pengurus jenazah terkhusus modin wanita atau pengurus jenazah wanita,” imbuhnya.

Mereka dari pemerintah kabupaten belum ada perhatian, bahkan sebagian besar pemerintah desa yang dapat dana desa (DD) maupun alokasi dan desa (ADD) juga luput memperhatikan.  Pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah harus lebih ditingkatkan agar tidak terjadi penyimpangan penggunaan anggaran. Serta masyarakat semakin dibodohi karena tidak mengetahui.

RAMAI : Undangan Reses dengan hikmat mengikuti acara

RAMAI : Undangan Reses dengan hikmat mengikuti acara

“Mereka juga masyarakat kita yang perlu diperhatikan. Pemkab Tuban lebih turut aktif mengarahkan dan mengawasi perencanaannya juga pelaksanaanya, agar hasilnya bermanfaat. Lebih-lebih ada yang tidak dilaksanakan dan terbukti disalah satu Desa di Kecamatan Bancar,” tuturnya.

Politisi senior di Partai Demokrat Tuban itu juga menerima keluhan dan harapan lainya. Yakni pemeliharaan jalan, perhatian dibidang pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sektor pendidikan juga masih perlu mendapat tambahan porsi perhatian dari Pemkab Tuban. “Kalau lainya hampir sama dengan daerah lainya, diantaranya pelayanan dasar perlu ditambah. Yakni pendidikan, kesehatan dan lainya,” imbuhnya.

Masyarakat juga mengeluhkan praktek yang tidak adil dalam perekrutan tenaga pendamping desa. Hanya melalui rekomendasi kelompok tertentu mereka bisa mendaftar dan sekaligus lolos hingga akhir. Terbukti para pendamping desa saat ini dikuasai dari kelompok tertentu. “Dalam perekrutan pendamping desa dirasa masih kurang fair,” ungkapnya.

Selain itu bantuan sosial atau bantuan hibah kepada masyarakat juga hampir serupa. Hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang dapat menikmatinya. “Masalah bantuan kepada masyarakat juga masih dirasa kurang adil. Ada kelompok masyarakat yang setiap ada bantuan selalu dapat tetapi ada yang sebaliknya,” jelasnya.

Reses yang dilakukan anggota DPRD Tuban, Ir. Aris Dwi S Setiawan

Reses yang dilakukan anggota DPRD Tuban, Ir. Aris Dwi S Setiawan

Sedangkan keluhan nelayan adalah saat cuaca sedang tidak bersahabat, misalnya musim penghujan dengan ombak tinggi maka mereka tidak dapat melaut. Saat kondisi seperti itu nelayan kelimpungan tanpa perhatian dari pemerintah. “Untuk para nelayan dimusim hujan banyak yang tidak melaut. Sehingga tidak berpenghasilan mohon dapat kiranya Pemkab Tuban agar memperhatikan,” harapnya.

Setiap masa Reses Mas Aris, panggilan akrab Aris Dwi S Setiawan ditempatkan ke lokasi berbeda. Tujuanya agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dengan benar proses pengusulan melalui anggota dewan. Serta memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.

Reses sebagai sarana menjalin aspirasi masyarakat. Jika di desa ada program yang perlu diperhatikan dan belum tertangani melalui Musyawarah Rencana Pengembangan (Musrenbang) maka dapat melalui Reses. Namun tetap memperhatikan segala ketentuan pengelolaan keuangan negara baik dalam pengusulan maupun penggunaanya. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author