Published On: Sab, Apr 23rd, 2016

Reses Abu Cholifah; Masyarakat Jangan Jadi Pelengkap Saja

TUBAN

LEBIH DEKAT : Reses anggota DPRD Tuban, M. Abu Cholifah diwilayah Kecamatan Tambakboyo

LEBIH DEKAT : Reses anggota DPRD Tuban, M. Abu Cholifah diwilayah Kecamatan Tambakboyo

seputartuban.com – Reses anggota DPRD Tuban, M. Abu Cholifah, S.T mendapat respon hangat dari masyarakat. Terdapat hal-hal penting yang diungkap hadirin yang tidak ditemukan dalam reses anggota dewan lainya.

Masyarakat Desa Sugihan, Kecamatan Jatirogo curhat kepada anggota dewan yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tuban itu tentang dana desa. Masyarakat meminta agar diberikan pemahaman tentang program yang menggelontorkan uang cukup banyak itu. Karena selama ini yang diberikan sosialisasi hanya Kepala Desa dan perangkay desa saja.

Seharusnya masyarakat diberikan pemahaman yang sama. Sehingga dapat bersama-sama melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan ditingkat desa. “Masih banyak warga masyarakat desa yg belum memahami peruntukan program dana desa,” kata Sekretaris DPC 2 kali itu, Jumat (22/4/2016).

Abu menkelaskan Dana Desa digunakan untuk pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat desa. “Maka kedepan pemerintah daerah Tuban untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi terkait prioritas pemanfaatan dana desa kepada masyarakat desa. Sehingga tidak hanya Kepada Desa dan Perangkat desa yang tahu,” tegasnya.

Pemdes seharusnya mengelola dana secara terbuka dan lebih partisipatif melibatkan warganya. “Masih banyak warga desa yg belum memahami peruntukan program dana desa ini. Padahal program ini sangat bagus karena mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan dana desa murni dari masyarakat desa sendiri. Sehingga aspirasi dan partisipasi warga sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Kemudian saat reses di Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, dikeluhkan adanya industrialisasi di Kecamatan Tambakboyo, masyarakat banyak yang hanya menjadi penonton atau bahkan pelengkap penderita saja. Masyarakat terdampak secara langsung akibat operasionalnya sejumlah perusahaan tidak diperhatikan.

Warga sekitar masih sulit bekerja di perusahaan besar yang telah beroperasi. Diharapkan pemerintah lebih tanggap, bertindak cepat dan tepat untuk mengatasi masalah ini. Jangan hanya memikirkan pendapatan asli daerah saja. Namun lebih penting upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan beroperasinya industri.

Jangan sampai dengan industrialisasi masyarakat semakin tertinggal dan terjadi kesejangan sosial dan ekonomi. Salah satunya memberikan garansi melalui produk hukum yang mengikat kepada industri di Tuban agar mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Untuk hal tersebut harus ada atau diterbitkan Peraturan Daerah yang mengatur masalah keterlibatan warga lokal dalam proses Industrialisasi di Kabupaten Tuban,” tegasnya. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author