Published On: Sen, Feb 22nd, 2016

Renta Dan Sebatangkara Tidak Membuat Ia Mengemis

BANGILAN

Sriatun (74), warga Dusun Ngrayung, Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, dirumahnya.

TETAP TEGAR : Sriatun (74), warga Dusun Ngrayung, Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, dirumahnya.

seputartuban.com – Seorang nenek sebatang kara masih giat cari nafkah di tengah tengah keterbatasan fisiknya. Perempuan renta itu hanya bisa hidup dengan uluran tangan tetangganya.

Sriatun (74), warga Dusun Ngrayung, Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, tinggal seorang diri dirumah yang sangat sederhana. Bangunan kayu ukuran 3 meter kali 2,5 meter menjadi satu-satunya teman hidupnya. Rumah itulah yang dia gunakan untuk istirahat, memasak, dan kegiatan lainnya hasil jerih payahnya sendiri.

Untuk mencukupi kebutuhannya, kesehariannya membantu tetangganya berladang dengan segala keterbatasannya. “Biasanya ya cabuti rumput rumput di sawah, memanen cabai, bantu bantu manen jagung. Yang terpenting saya tidak mengemis dan merugikan orang lain,” katanya, Minggu (21/2/2016).

Nenek yang sudah ditinggal meninggal suaminya 10 tahun yang lalu ini, menjelaskan upah dari kerjanya yang terpenting bisa untuk makan. “Namanya juga hanya bantu bantu seadanya mas, dikasih uang bersyukur, cuman dikasih makan ya bersyukur, bagi saya, bisa makan sudah sangat senang,” ungkapnya.

Nenek asli dari Jombang ini masih tetap gigih mengarungi hidup walaupun keadaan fisiknya semakin memburuk. Dia menjelaskan penglihatannya juga mulai bermasalah, yang biasanya sanggup berjalan kaki dengan semangat ke ladang dan hutan, namun kini untuk berjalan saja harus dibantu tetangganya.

“Dulu ketika mata saya masih normal, kadang pergi kehutan untuk cari kayu bakar. Buat masak sendiri terus sebagian dijual. Cari kangkung juga untuk dijual dipasar, sekarang hanya bisa ngelupas jagung dan bantu bantu sebisanya,” sambungnya.

Dia menyampaikan dulu pernah ditawari pemerintah Kabupaten Tuban lewat instansi terkait untuk dibangunkan rumah. Berhubung tanah yang dia tempati adalah pinjaman dari tetangganya, bantuan tersebut tidak jadi. Karena dianggap kurang memenuhi syarat. “Jadi ya hanya dibantu desa seadanya kala itu mas,” tandasnya dengan wajah lesu.

Sementara itu, tetangganya, Fauzi, mengatakan memang nenek tersebut hidup sebatang kara. Dimana hidupnya butuh uluran tangan tetangganya, dia juga mengharapkan kepedulian pemerintah. “Orang orang seperti mbah Sriatun ini seharusnya benar-benar diperhatikan pemerintah,” harapnya.

Bapak dua anak ini juga menyampaikan banyak orang orang disekitarnya yang cukup peduli dengannya. Karena kepekaannya untuk masih mau membantu tetangga tetangganya walaupun dengan keterbatasan fisiknya. “Kalau kita pas panen, kadang beliau kita kasih uang atau sembako. Kalau saat-saat seperti ini, kadang kita beri makanan secukupnya,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Update : seputartuban.com Peduli Mbah Sriatun ,

Mbah Sriatun Menangis Dihadapan Dandim 0811 Tuban

Facebook Comments

About the Author

Videos