Published On: Jum, Mar 30th, 2018

Remaja Bojonegoro Tewas Tenggelam di Hutan Lindung Kerawak

seputartuban.com, MONTONG – Remaja asal Bojonegoro, Ananda Fatur Rohman (15), asal Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, tewas di kawasan sumber mata air hutan lindung kerawak, Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jumat (30/3/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

BUKAN WISATAWAN : Korban saat dievakuasi dari lokasi kejadian dengan menggunakan Mobil Patroli Polsek Montong

Informasi yang diterima seputartuban.com, menyebutkan korban datang ke lokasi hutan lindung yang belum dikelola menjadi wisata tersebut bersama teman sekolahnya siswa kelas IX SMPN 5 Bojonegoro. Yakni Tegar Praduta (14) dan Ahmad Salman (15), asal Desa Mulyoagung, Kec. Bojonegoro, Diki Hermawan (16), asal Desa Padang, Kec. Trucuk. Abdurob (15), asal Desa Plesungan, Kec. Kapas dan Dicky Munif (15), asal Desa Campurejo, Kec. Bojonegoro.

Awalnya korban dan teman-temannya datang di lokasi kawasan hutan lindung sekitar pukul 08.30 WIB. Oleh pemilik warung sudah diperingatkan agar tidak di lokasi Padusan Londo, lokasi korban tenggelam. Saran itu di ikuti oleh 5 temannya dengan hanya berada disekitar sumber air utama. Namun korban tetap menuju ke lokasi kejadian, sehingga diikuti teman lainnya untuk mandi.

Sekitar pukul 10.00 WIB korban dan temannya mandi bersama. Namun selang 15 menit kemudian korban tidak ada diantara mereka. Pencarian dilakukan dan salah satu teman korban yakni Diki Hermawan melihat korban sudah ditengah sungai dalam kondisi tenggelam. Saksi dibantu warga yang sedang di lokasi mengevakuasi korban ke pinggir sungai.

“Setelah dilakukan olah TKP bersama unit identifikasi Polres Tuban¬† tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan/penganiayaan. Diduga korban tidak bisa berenang. Sedangkan luas lokasi tenggelam tersebut sekira 4X5 meter dengan kedalaman sekira 4 meter. Dengan kejadian tersebut orang tua korban menerima bahwa bahwa kejadian tersebut diatas benar-benar tenggelam dengan dibuatkan surat pernyataan,” kata Wakapolsek Montong, IPDA Suparto.

Asper Perhutani BKPH Mulyoagung, Mohammad Badar mengatakan wilayah tersebut belum dikelola menjadi tempat wisata. Bahkan Perhutani sudah memasang informasi lokasi tersebut bukan tempat wisata. “Itu berada di petak 6, untuk kawasan kerawak itu bukan lokasi wisata. Saya menghimbau agar masyarakat luas mengetahui dan memahami hal ini,” jelasnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author