Published On: Rab, Apr 9th, 2014

Rekomendasi Naker Tak Dihiraukan PT Swabina Gatra, Kades Ring 1 Bergolak

Share This
Tags

KEREK

seputartuban.com – Para Kepala Desa diwilyah ring 1 yang berasal dari 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Kerek, Jenu dan Merakurak mandatangi kantor PT. Swabina Gatra, Senin (7/4/2014). Mereka menuntut anak perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. ini memenuhi janjinya dalam proses perekrutan tenaga kerja.

PROTES : Para Kades saat mendatangi kantor PT Swabina Gatra untuk protes perekrutan tenaga kerja

PROTES : Para Kades saat mendatangi kantor PT Swabina Gatra untuk protes perekrutan tenaga kerja

Mereka menganggap Swabina Gatra tidak menepati janji yang sudah disampaikan kepada para Kades. Yakni setiap desa ring 1 akan diberi jatah untuk tenaga kerja dengan melalui rekomendasi Kades. Namun kenyataannya yang lulus seleksi para pelamar kerja yang tidak mendapat rekomendasi Kades.

“Kita didatangi oleh pihak manajemen PT. Swabina Gatra, bahwa setiap desa diring 1 mendapat jatah untuk rekrutmen tenaga kerja yang akan dilakukan. Rekomendasi sudah kita kirimkan, namun pihak PT. Swabina tidak mengakomodir apa yang sudah kita ajukan malah membuka lowongan tahap 2. Tahap 1 tidak ada tindak lanjutnya,” kata Kades Karanglo, Sunandar.

Para Kades ini nampak kecewa, karena mereka mendapat jani akan ditemui saat datang ketiga kalinya ini. Namun juga tidak ada yang dapat berdialog dengan para pemimpin pemerintah desa ini. “Kita kesini sudah ketiga kalinya, yang pertama kita ditemui oleh Kabag Personalia PT. Swabina Gatra, dan dijanjikan masalah ini akan dikordinasikan dengan direktur PT. Swabina Gatra. Tapi sampai hari ini tidak ada jawaban. Malah berkesan menghindar dari kita, ada apa ini sebenarnya?,” ungkap Sunandar.

Sunandar menambahkan, para Kades akan mendatangi lagi kantor PT. Swabina, dan apabila pihak Swabina masih bersikap sama, akan mengerahkan massa untuk unjuk rasa. Karena merasa Kades tidak dihargai.

Terpisah, Kasi Bina Lingkungan PT. Semen Indonesia, Heri Kurniawan saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan menegaskan hal ini hanya persoalan komunikasi yang kurang lancar. Sebab sebelumnya ada salah satu staf PT. Swabina mendatangi Kades, meminta data warga yang direkomendasi oleh desa untuk kerja sebagai tenaga kebersihan.

Namun setelah terjadi aksi unjuk rasa oleh warga Pongpongan, PT. Swabina membuka rekrutmen tenaga kerja tahap 2. Untuk pelamar yang direkomendasi oleh Kades ada yang tidak masuk, sebab tidak lulus tes. “Sebelumnya rekrutmen dilakukan melalui rekomendasi Kades dan diubah menjadi rekrutmen secara terbuka. Yang lulus sesuai dengan hasil tes, ada beberapa rekomendasi Kades yang tidak bisa diterima karena tidak lulus tes,” kata Heri.

Pihak PT. Semen Indonesia selaku induk dari PT. Swabina berharap agar permasalahan itu dilakukan pembicaraan antara kedua belah pihak dan dicari solusi terbaik agar tidak menimbulkan konflik dimasyarakat. “Kita akan memediasi antara PT. Swabina dengan para Kepala Desa untuk menyelesaikan masalah ini. Kita berharap ada solusi terbaik agar tidak menimbulkan gejolak atau permasalahan dimasyarakat. Kita sudah memberikan penjelasan kepada para Kades,” pungkas Heri. (lis)

Facebook Comments

About the Author