Published On: Jum, Sep 7th, 2012

Ratusan Warga Rebutan Tumpeng dan Sembako Kwan Sing Bio

Share This
Tags

Penulis: Hanafi

JENU

seputartuban.com – Ratusan warga berebut sesaji atau buchu yang dibagikan oleh Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jl. Marthadinata. No 33, Tuban, Jumat (06/09/2012). Sedikitnya 1.500 Buchu atau tumpeng yang berisi nasi dan lauk pauk tersebut langsung ludes direbut warga sekitar klenteng.

Acara rebutan tumpeng tersebut, dalam ritual sembahyang arwah leluhur yang diikuti oleh 300 umat Konghuchu. Selain itu, pihak klenteng terbesar se-Asia Tenggara itu juga membagikan 2 ton beras yang dikemas masing-masing plastik seberat 250 gram.

Warga yang datang tidak hanya dari sekitar klenteng saja, namun juga dari Kecamatan Semanding, kecamatan Palang dan Kecamatan Jenu. Seperti yang dituturkan salah satu warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Narsiyem (67), dia datang bersama cucunya Satria  yang masih berumur 10 tahun.

Tujuan datang di klenteng tersebut untuk berebut sesaji dan antri beras. Tumpeng nasi dan sembako beras tersebut sebagian digunakan sendiri dan sebagian akan dijual. “Saya bawa karung biar dapat banyak, kalau gak habis dimakan ya dijual,” tuturnya.

Ritual serupa juga telah dilaksanakan di klenteng Tjoe Ling Kiong di Jl Panglima Sudirman 104 Tuban pada Senin (02/09/2012) lalu. Tradisi tahunan seperti ini diawali dengan prosesi sembahyang oleh umat Konghucu. Yang  merupakan ritual dalam menghormati arwah leluhur yang sudah tidak terawat, Atau sudah tidak pernah disembahyangi oleh pewarisnya.

Serta sebagai do’a lainya agar mereka selalu diberikan limpahan kemakmuran. Ketua Umum dan selaku pemuka adat Klenteng Kwan Sing Bio Tuban,  Gunawan Putra Wirawan saat dikonfirmasi seputartuban.com mengatakan bahwa kegiatan berebut nasi dan sembahyang ini merupakan kegiatan ibadah tahunan setiap bulan imlek, pada tanggal 7 hingga 15.

“Tujuan prosesi dalam tradisi ini untuk arwah yang sudah tidak lagi disembahyangi pewarisnya, serta untuk menghormatinya, untuk pembagian beras dan berebut sesaji atau buchu itu hanya sebatas simbol datangnya kemakmuran untuk seluruh umat kami, ” ungkapnya.

Gunawan menambahkan bahwa bahan makanan dan sembako  tersebut  semuanya diperoleh dari para donatur yang menyumbangkan untuk Klenteng.

Foto : Warga berebut bingkisan sembako di Kwan Sing Bio

Facebook Comments

About the Author