Published On: Rab, Feb 10th, 2016

Ratusan Rumah Warga Merakurak Terendam Banjir

MERAKURAK

LANGGANAN : Sebuah sekolah terendam banjir, kondisi ini hampir tiap musim hujan terjadi

LANGGANAN : Sebuah sekolah terendam banjir, kondisi ini hampir tiap musim hujan terjadi

seputartuban.com – 300 rumah di 5 desa kawasan Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban  terendam banjir banjir sejak, Senin (8/2/2016) pukul 18.30 WIB. Yakni Desa Mandirejo, Desa Kapu, Desa Tahulu, Desa Sendanghaji dan Desa Bogorejo.

Setelah hujan menguyur wilayah Kabupaten Tuban sejak jam 14.30 dengan intensitas tinggi sehingga sungai avour jambon meluap bahkan tanggul penahan air jebol. Selain menggenangi rumah, banjir juga merendam puluhan hektar tanaman padi yang baru berusia 1 bulan. “Banjir itu disebabkan karena jebolnya sungai avour jambon,” kata Camat Merakurak, Sugeng Winarno, Selasa (9/2/2015).

Meskipun diwilayah Kecamatan Merakurak hujannya tidak lebat, tetapi air itu berasal dari daerah disebelah perbukitan selatan. Banjir merendam wilayah Merakurak hingga ketinggian 50 cm. “Saat ini sudah surut, tetapi masih ada beberapa rumah yang terendam banjir,” sambungnya.

Camat menambahkan kerugian banjir tersebut secara materi tidak ada. Namun untuk tanaman padi yang terendam masih belum dikatahui kerugiannya. “Kalau airnya bisa langsung surut tanaman padi yang terendam bisa selamat. Tetapi bila belum surut apalagi hujan turun dipastikan tanaman padi itu akan mati,” ujar Camat Merakurak.

Sementara itu, untuk bantuan saat ini korban banjir menerima sembako dari Pemkab Tuban melalui BPBD. Bantuan itu berupa beras, mie instan, gula dan minyak goreng.

Sementara itu, selain merendam rumah, banjir juga merendam 2 sekolah yaitu RA Salafiyah dan MI Salafiyah Mandirejo. Aktivitas belajar harus diliburkan karena sekolah tergenang.

Menurut warga Mandirejo, Nasirudin (47), Saat hujan daerah Mandirejo selalu jadi korban. Hal itu sudah terjadi sejak 15 tahun lalu, namun hingga saat ini masih belum ada solusi dari Pemkab Tuban. “Tiap kali musim hujan kita selaku kebanjiran, sudah berlasung lama dan tidak ada solusi dari pemerintah daerah,” keluhnya.

Selain menyebabkan rumah terendam dan petani merugi, juga mengakhibat siswa MI Salafiyah tidak bisa belajar. Sehingga hal ini juga sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. “Kita berharap agar segera ada penanganan dari perintah daerah,” harapnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author