Published On: Sen, Feb 8th, 2016

Ratusan Hektar Tanaman Pertani Kerek Terancam Gagal Panen

KEREK

MERADANG : Kondisi tanaman padi petani Kecamatan Kerek diserang hama

MERADANG : Kondisi tanaman padi petani Kecamatan Kerek diserang hama

seputartuban.com – Ratusan hektar tanaman petani Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban kini kondisinya memprihatinkan, bahkan rawan mengalami gagal panen.  Karena cuaca tidak bersahabat membuat tanaman tidak tumbuh dengan baik.

Tanaman yang terancam gagal itu ada tanaman jagung dan padi. Untuk tanaman jagung tersebut disebabkan karena kurang hujan, sedangkan tanaman padi disebabkan karena terserang hama. Tanaman padi yang sudah ditanam mati mengering atau tidak bisa berkembang. Bahkan ada yang tidak bisa melakukan tanaman disebabkan karena tidak ada air. “Sudah kita lakukan penyemprotan hama, tetapi tidak ada perubahannya,” kata Petani asal Desa Gaji Kecamatan Kerek, Kadis (57), Minggu (7/2/2016).

Hal serupa disampaikan Nurul Hudlori (33), bahwa ia tidak bisa menanam padi disebabkan karena bibit padinya diserang hama dan juga tidak ada air. Sedangkan tanaman jagungnya tidak dapat berbuah karena kurang hujan. “Untuk tahun ini sangat parah, bahkan banyak para petani saat tanam dengan biaya pinjam. Tetapi tidak ada hasilnya,” keluhnya.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Tuban, Nurhadi mengatakan bahwa petani saat ini dilanda bencana. Sebab akan merugi karena tanamannya tidak berhasil dan terancam gagal panen dan beberapa lainya gagal tanam.

Tersebar di Desa Karanglo, Desa Padasan, Desa Margomulyo, Desa Sumberarum, Desa Kasiman, Desa Margorejo, Desa Kedungrejo, Desa Gaji dan Desa Wolutengah. “Ada kurang lebih 200 hektar tanaman yang terancam gagal panen,” kata Nurhadi.

Kerugian petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Karena mereka telah mengeluarkan biaya pengolahan lahan, bibit dan pupuk. Bila setiap setiap hektarnya bisa menghasilkan hasil tanaman 8 ton maka kerugian petani ditaksirkan mencapai sekitar Rp. 8 miliar. “Kita berharap pemerintah memperhatikan nasib para petani saat ini,” harapnya.

Masih menurut Nurhadi, saat ini sudah ada bantuan dari pemerintah, tetapi untuk pengawasannya yang masih kurang. Sehingga tak sedikit bantuan itu hanya dimanfaatkan oleh beberapa orang saja.

Petani membutuhkan bantuan bibit, pupuk dan modal untuk biaya tanam. Serta sarana prasarana pertanian, agar nasib petani tidak semakin terpuruk. “Perencanaan yang dibuat pemerintah kurang maksimal, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan para petani,” ujarnya.

Seperti halnya bantuan alat pertanian, saluran irigasi serta bantuan bibit pengawasanya  kurang maksimal. Sehingga hingga saat ini bantuan itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu. “Di wilayah Kerek masih membutuhkan bantuan pengeboran irigasi pertanian, yang ada saat ini milik perorangan dengan biaya sendiri,” pungkasnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Videos