Published On: Sel, Feb 16th, 2016

PWI Jatim Apresiasi Kinerja Polres Tuban Jaga Nama Baik Wartawan

TUBAN

TEGAKKAN UU PERS : Ketua PWI Jatim, Drs. H. Akhmad Munir saat menjadi pembicara dalam seminar jurnalisme islam di pendopo Krido Manunggal Pemkab Tuban dalam rangka HUT PWI ke 68 dan Hari Pers Nasional 2014

TEGAKKAN UU PERS : Ketua PWI Jatim, Drs. H. Akhmad Munir saat menjadi pembicara dalam seminar jurnalisme islam di Tuban beberapa waktu lalu.

seputartuban.com – Perasatuan Wartawan Indonesia (PWI) Propinsi Jawa Timur memberikan apresiasi atas kinerja dari Polres Tuban. Yang telah menindak tegas pelaku kejahatan atau pemeras yang berkedok berprofesi wartawan.

Ketua PWI Propinsi Jawa Timur, Ahmad Munir menegaskan seorang wartawan tugasnya mencari berita untuk disampaikan kepada masyarakat. Ttidak ada wartawan yang sebenarnya melakukan pemerasan. Jika ada wartawan melakukan pemerasan adalah tindakan oknum. Yakni pelaku kejahatan yang berlindung dibalik profesi sebagai wartawan. “Apa bila ada bukti teman-teman wartawan yang memeras harus ditindak sesuai aturan. Yang seperti itu bukan wartawan,” tegasnya, Senin (15/2/2016).

Ia juga menghimbau agar semua media bertindak tegas, bila ada wartawannya yang melanggar kode etik, apa lagi ada yang melanggar hukum, harus dipecat. Sehingga tidak ada oknum yang melakukan kejahatan dengan berkedok sebagai wartawan. “Kami mengapresiasi Polres Tuban, karena telah menindak oknum yang mengaku wartawan melakukan pemerasan,” sambungnya.

Kepala Biro kantor berita nasional di Jawa Timur itu berharap agar aparat kepolisian bertindak tegas. Dengan memproses hukum pelaku kejahatan dengan mengaku sebagai wartawan. Sehingga langkah Polres Tuban yang sangat didukung, karena telah sesuai aturan. Kini telah dijebloskan ke tahanan 4 tersangka dengan alat pemeras sebagai wartawan surat kabar. Selain itu memburu 4 tersangka lainya dalam kasus yang sama.

Masyarakat pers diharapkan bersikap lebih bijak untuk mendukung terwujudnya Pers yang bersih. Salah satunya dengan tidak memberi kepada wartawan yang meminta uang. Apalagi mereka yang mengancam, jangan sampai dituruti. Di Jawa Timur sejumlah daerah juga terjadi serupa, beberapa pelaku pemerasan memakai profesi wartawan untuk menjalankan aksi kejahatanya. MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author