Published On: Kam, Mar 16th, 2017

Puluhan Rumah Warga Desa Guwoterus Diterjang Banjir Bandang

seputartuban.com, MONTONG – Akibat hujan lebat di kawasan Kecamatan Montong, Rabu (15/3/2017) membuat pemukiman warga di hulu sungai diterjang banjir bandang. Puluhan rumah warga di Desa Guwoterus, sejak Kamis (16/3/2917) dini hari terendam banjir bandang.

LANGGANAN BANJIR : Kondisi banjir yang melanda pemukiman warga Desa Guwoterus

Sejak pukul 02.15 WIB, warga di Dusun Jaten dan Dusun Krajan panik karena banjir bandang mulai memasuki pemukiman warga. Mereka sibuk mengungsikan hewan ternak dan barang berharga lainya ke lokasi lebih tinggi. Banjir bandang merendam sekitar 38 rumah warga. Di Dusun Jaten, banjir bandang merendam rumah milik Sumarno, Suratman, Tarman, Sarmidi, Sari rejo, Rukadi, Warning, Zaenal abidin, Warning, Lamjuri, Samsudin, Tursit, Rasning, Tursan, Ahmad ridwan.
Sedangkan di Dusun Krajan banjir merendam rumah Karban, Yadhi Sunaryo, Darminto, Sampurah, Sawiti, Darsimo, Tarsilan, Darsi, Taswi, Singo, Saji, Heri, Paulus, karnadin, Muhar, Rohmad dan Suwiti. Seluruhnya terendam air dengan ketinggian antara 60 Cm hingga 80 Cm selang.

“Kalau didalam rumah, tadi air sebatas paha saya. Kalau di depan rumah lebih dalam lagi karena rumah sebelumnya sudah ditinggikan 2 Meter dari permukaan tanah sebelumnya,” terang Samsudin (26) warga Dusun Jaten wilayah setempat, Kamis (16/3/2017) pagi.

LALU LINTAS PUTUS : Kondisi jalan raya poros Kecamatan Montong, masuk kawasan Desa Pucangan tidak dapat dilalui kendaraan akibat banjir bandang

Air bah hanya berlangsung 5 jam dan beruntung tidak menyebabkan kerugian jiwa maupun meterial. Namun menyebabkan seluruh rumah warga  kotor lantaran meluapnya sungai tersebut menyisakan endapan lumpur dengan kadar ketebalan 3 Cm hingga 5 Cm.
Sedangkan lahan pertanian yang rencananya akan dilakukan penananam padi pada Jumat (17/3/2017), dipastikan gagal lantaran benih padi yang siap ditanam dari persemaian seluruhnya turut tersapu derasnya luapan sungai.

Banjir bandang terjadi karena kawasan  hulu sungai yang mengalir di Desa Guwoterus merupakan muara sungai dari beberapa sungai di Kecamatan Montong mengalami hujan lebat. Yakni dari kawasan perbukitan Desa Bringin yang mengalir menuju Desa Maindu kemudian ke Desa Sumurgung dan ke Desa Pakel. Ditambah aliran air dari kawasan perbukitan Desa Pucangan yang mengalir ke Desa Montongsekar kemudian mengalir ke Desa Talangkembar. Beruntung kawasan perbukitan di Desa Guwoterus yang cukup luas tidak mengalami hujan lebat, sehingga banjir bandang tidak semakin besar volumenya.

“Jadi setiap banjir bandang, wilayah Desa Guwoterus termasuk kawasan terdampak paling parah. Hal ini desebabkan aliran air yang menuju desa itu merupakan tempat bermuaranya air dari wilayah hulu,” kata Camat Montong, melalui Kasi Pembinaan Masyarakat dan Trantip, Sarwan.

Sebagai solusi agar masyarakat tidak selalu dihantui kecemasan ancaman banjir bandang, terdapat beberapa cara. Saat ini masih dilakukan pembahasan dengan para Kepala Desa. Diantaranya peninggian jalan yang berfungsi sebagai tanggul. Selain itu juga dilakukan normalisasi sungai.

Normalisasi dapat dilakukan pengerukan sungai dari wilayah desa Maindu hingga ke Desa Montongsekar sepanjang 12 Km. Serta pada aliran sungai dari Desa Montongsekar hingga Desa guwoterus sepanjang 5 Km. “Data ini baru berdasarkan prediksi kami karena kami belum melakukan pengukuran sesuai dengan yang ada lapangan,” lanjut dia.

Banjir bandang yang mulai mereda sejak Pukul 06.45 WIB tersebut tidak menyebabkan kerugian pada bidang pertanian, hal ini mengingat seluruh wilayah persawahan dari wilayah hulu hingga hilir baru saja dilakukan panen seminggu lalu. “Sejak pagi  petugas kami beserta petugas BPBD sudah berkeliling untuk memantau situasi banjirnya,” ungkap Sarwan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author