Published On: Kam, Mar 12th, 2015

PT SI Siap Ladeni Tuntutan Warga Desa Gaji

KEREK

 TERANG BENDERANG: Warga Desa Gaji Kecamatan Kerek saat melakukan aksi di kawasan pabrik milik PT Semen Indonesia (PT SI), Kamis (12/03/2015) siang. foto: MUHLISHIN


TERANG BENDERANG: Warga Desa Gaji Kecamatan Kerek saat melakukan aksi di kawasan pabrik milik PT Semen Indonesia (PT SI), Kamis (12/03/2015) siang. foto: MUHLISHIN

seputartuban.com-Semangat  warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, yang merupakan pemilik lahan yang kini masuk peta data PT Semen Indonesia (PT SI),  mencari keadilan seakan tak mengenal titik akhir.

Setelah sebelumnya korban penyerobotan tanah yang dilakukan mantan Kepala Desa Gaji 13 tahun silam, mendatangi Polres Tuban dan Kantor Badan Pertanahan NAsional (BPN) Kabupaten Tuban, menuntut tanahnya yang hilang dikembalikan, giliran perusahan semen plat merah itu disasar, Kamis (12/03/2015) siang.

Puluhan warga Desa Gaji melabrak kantor perusahaan dengan mengendarai sepeda motor dan dua  unit traktor. Mereka meminta supaya pihak perusahaan lebih proaktif dalam penyelesaian kasus tanah yang ada di Desa Gaji.

Koordinator warga, Abu Nasir, mengatakan warga meminta supaya pihak perusahaan lebih proaktif dalam penyelesaian kasus tanah yang hingga kini masih menggantung. Sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan ada titik temunya. Sebab warga sudah merasa jenuh dan butuh kepastian.

“Kita berharap pihak perusahaan lebih proaktif dan membantu warga untuk menyelesaikan kasus tanah itu,” tegas Abu Nasir.

Selain itu, warga juga berharap agar pihak perusahaan lebih akomodfatif kepada penyidik Polres Tuban yang menangani sengketa yang sudah berumur 13 tahun ini. Terutama dalam hal alat bukti yang dibutuhkan oleh pihak penyidik.

“Kita berharap, secepatnya perusahaan mau menggelar berkas yang dimilikinya di depan warga dan pihak-pihak yang terkait. Sehingga kasus ini terang benderfang,” tandas Abu Nasir.

Sementara Kabiro Humas dan CSR PT SI, Wahyu Darmawan, menyatakan pihaknya siap mengikuti proses hukum dan akan terbuka dengan pihak penyidik. Dengan begitu ada kepastian hukum dan bisa dipakai dasar oleh perusahaan dalam mengambil keputusan.

“Kita berharap ada proses pendahuluan, yaitu dengan melakukan pencocokan obyek yang ada,” jelas Wahyu saat berdialog dengan warga sembari menyatakan akan menyampaikan  tuntutan tersebut ke pihak manajemen.

“Kami ingin kepastian hukum, sehingga kasus ini bisa cepat terselesaikan,” tandas Wahyu. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Brandal DIG berkata:

    SEMOGA terpenuhi tuntutan dan hak warga desa gaji.
    #fuck koruptor