Published On: Rab, Okt 22nd, 2014

PT Semen Indonesia “Sulap” Gas Buang Menjadi PLTU

TUBAN

INOVASI BARU: Jajaran Direksi PT Semen Indonesia mejeng barengan dengan Bupati Tuban Fathul Huda dan Wabup Noor Nahar Husein, Rabu (22/10/2014) siang.

INOVASI BARU: Jajaran Direksi PT Semen Indonesia mejeng barengan dengan Bupati Tuban Fathul Huda dan Wabup Noor Nahar Husein, Rabu (22/10/2014) siang.

seputartuban.com–Inovasi teknologi memanfaatkan gas buang dikreasikan PT Semen Indonesia (PT SI) dengan membangun pembangkit listrik tenaga uap.  Gas buang atau waste heat recovery power generation (WHRPG) tersebut berasal dari alat pembuangan pabrik Tuban 1 sampai Tuban 4 yang ada di Kabupaten Tuban.

Rencana proyek pembangunan PLTU berkapasitas 30,6 MW ini merupakan kerjasama PT Semen Indonesia dengan JFE Engineering Jepang.

Dirut PT Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, mengatakan proyek WHRPG itu akan dibangun di pabrik Tuban 1, Tuban 2, Tuban 3 dan Tuban 4. Dia mengklaim, proyek ini merupakan pertama kalinya di Indonesia dalam satu area seluruh panas buang yang dimanfaatan sebagai sumber pembangkit listrik. Penggunaan teknologi tersebut merupakan yang kedua di perseroan setelah sebelumnya dibangun di pabrik Indarung Padang dengan kapasitas 8,5 MW dan sudah beroperasi pada tahun 2011.

“Pembangunan WHRPG dengan kapasitas 30,6 MW ini akan dikerjakan selama 26 bulan yaitu mulai oktober 2014 dan direncanakan beroperasi pada akhir tahun 2016. Cara kerja pembangkit listrik WHRPG sama dengan PLTU. Yang membedakan adalah WHRPG tidak menggunakan batubara atau BBM untuk menghasilkan tenaga panasnya, tapi menggunakan gas buang operasional pabrik,” jelas Dwi kepada wartawan di sela acara, Rabu (22/10/2014) siang.

Menurut dia, dengan pembangunan proyek ini maka akan mengurangi penggunaan listrik PLN sebesar 152 juta kWh per tahun. Atau penghematan biaya listrik sekitar Rp 120 miliar per tahun. Output yang dihasilkan WHRG sebesar 30,6 MW ini setara dengan sepertiga dari konsumsi listrik empat pabrik Tuban yang mencapai 140 MW. Besarnya energi listrik yang dihasilkan mampu memberi nilai efisiensi yang cukup besar.

Dwi menuturkan, selain efisiensi pada biaya listrik, nilai yang didapat adalah sumbangsih PT Semen Indonesia  bagi lingkungan. Lewat WHRPG ini membuktikan bahwa pabrik yang dimiliki Perseroan di Tuban merupakan pabrik yang ramah lingkungan, dibuktikan dengan pengurangan emisi gas buang pada semua operasional pabrik.

“Selain memberikan nilai efesiensi yang cukup besar, juga bisa menambah tenaga kerja lokal dalam pengerjaan dan operasional peralatan tersebut. Kita akan prioritaskan bagi warga Tuban untuk mengembangan teknologi ini secara mandiri, sehingga ke depan bisa membuat sendiri,” kata Dwi.  MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos