Published On: Kam, Sep 24th, 2015

PT Semen Indonesia Dibobol Semen Oplosan

TUBAN

grafis: seputartuban.com

                            grafis: seputartuban.com

seputartuban.com-Maraknya praktik semen oplosan yang dilakukan spekulan demi meraup untung berlebih membuat PT Semen Indonesia (PT SI) gerah.

Sebab aksi tersebut tak hanya merugikan konsumen, tapi juga menimbulkan preseden buruk terhadap korporasi plat merah ini.

Untuk itu PT SI akan menindak tegas para pelaku pengoplos semen yang belakangan tak cuma marak di wilayah Kabupaten Tuban saja.

Aksi serupa terungkap di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Besar kemungkinan ulah sama diduga terjadi di Rembang serta daerah lainnya.

Semen oplosan tersebut diduga merupakan paduan material semen produksi PT SI dan bahan lain yang diduga mirip semen. Kecil kemungkinan semen produksi PT SI dengan dicampur dengan merk lain, karena tujuannya untuk mengeruk keuntungan.

Direktur Produksi PT Semen Gresik (PT SG), Prasetyo Utomo, mengaku pihaknya baru mengetahui kejadian itu setelah mendapatkan laporan dari pihak kepolisian.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan polisi untuk mengusut masalah ini. Di Tuban pun ada beberapa titik yang dijadikan pangkalan oplosan. Ini jelas-jelas merugikan perusahaan,” kata Prasetyo, Rabu (23/09/2015) usai mengikuti acara tebar benih ikan tawar di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak.

Menurut dia, selain melakukan koordinasi dengan kepolisian perusahaan juga telah mengumpulkan para sopir dan juga pemilik jasa pengangkutan.

Perusahaan akan memberikan sanksi tegas terhadap pemilik jasa pengangkutan maupun sopir yang terlibat pengoplosan semen.

“Mulai pemecatan terhadap sopir dan juga pemutusan kontrak dengan rekanan penyedia jasa angkutan,” tegas Prasetyo.

Tak hanya rekanan dan sopir, bila ada karyawan perusahaan yang terlibat juga akan diproses sesuai dengan aturan yang ada. Sebab bila terus dibiarkan kerugian perusahaan akan semakin besar.

Sementara itu, untuk melakukan antisipasi terjadinya kejadian tersebut pihak perusahaan terus melakukan sosialisasi terhadap pemilik jasa angkutan dan juga sopir serta masyarakat sekitar perusahaan. Sehingga diharapkan kejadian itu tidak terus berlarut-larut.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author