Published On: Rab, Mar 5th, 2014

PT. KL Resend, Karyawan Meradang

Share This
Tags

TAMBAKBOYO

seputartuban.com – Pasca peryataan keluarnya PT Kamadjaja Logistik (KL) dari kontrak kerja dengan PT Holcim Indonesia, membuat karyawanya cemas. Pasalnya tuntutan tambahan uang makan, uang transport dan uang kehadiran, realisasinya semakin tidak jelas kepastianya.

Mogok kerja holcim

TERUS MOGOK : Para pekerja proyek PT Holcim Indonesia saat berunjuk rasa

Salah satu koordinator aksi, Suryono saat dikonfirmasi usai pertemuan dengan manajemen PT. KL di PT Holcim Indonesia, Selasa (4/3/2014) siang, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait tuntutan tersebut kepada perusahaan tempat kerjanya. Hasilnya disepakati dengan akan diberikan tambahan intensif.

Namun saat karyawan kembali meminta kepastian, PT. KL memutuskan untuk Resend dari PT. Holcim Indonesia. Akibatnya, sampai saat ini karyawan masih belum jelas nasibnya. “Tuntutan kami belum terpenuhi. Alasannya, perusahaan mau resend. Kenyataannya, karyawan lainnya masih bekerja sampai sekarang. Kami menungu keputusan dari Holcim mas, dan belum ada kepastian, ” ujar Suryono.

Karyawan menilai resend PT. KL tidak wajar, karena beralasan tidak mampu memberikan intensif kepada sebagian karyawan. Hal ini dinilai oleh pekerja, terkesan mengada-ada. Karena PT KL perusahaan besar yang menyuplai logistik Holcim.

Sementara itu, Communication Relation PT. Holcim Indonesia Tbk, Indriani Siswati saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan antara pihaknya dengan PT. KL, terkait tuntutan karyawan. Adapun untuk kejelasan nasib karyawan pihaknya harus koordinasi terlebih dahulu dengan internal PT. Holcim Indonesia.  “Saya belum dapat keterangan dari hasil tadi harus doubel chek dulu. Terkait resend sampai saat ini belum ada kesepakatan. Kalau harus ada keputusan, sepanjang bisa diakomodir pasti akan disampaikan, namun kembali lagi ke PT. KL, ” ungkap Indri.

Sampai saat ini perwakilan  PT. Kamadjadjja Logistics, Endro Juniarto saat dihubungi melalui ponselnya tidak menjawab. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat juga tidak membalas.  Sebelumnya, pada 6 Januari 2014, pekerja dan  PT. Kamadjadjja Logistics sudah melakukan pertemuan pertama yang menghasilkan kesepakatan bersama. Pemberian intensif harian berupa uang makan sebesar Rp. 15 ribu, uang transportasi Rp. 10 ribu dan uang kehadiran Rp. 10 ribu. Kesepakatan ini sudah disetujui dan ditanda tangani kedua belah pihak.  (han).

Facebook Comments

About the Author