Published On: Sab, Mei 24th, 2014

PT. Holcim Indonesia Sedang Selesaikan Dokumen Andalalin

Share This
Tags

TUBAN

General Manager PT Holcim Indonesia Pabrik Tuban, Sidik Darusulistyo

General Manager PT Holcim Indonesia Pabrik Tuban, Sidik Darusulistyo

seputartuban.com – PT. Holcim Indonesia masih belum menyelesaikan dokumen Analis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Pengaturan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRL). Hal ini diungkapkan General Manager PT Holcim Indonesia Pabrik Tuban, Sidik Darusulistyo.

Saat ditemui usai acara media gathering, disebuah rumah makan di kawasan Jl. Sunan Kalijaga, Tuban, Jum’at (23/5/2014) menegaskan saat ini pihaknya masih menyusun dokumen Andalalin dan MRL yang dimulai sejak akhir 2013 lalu.

“Dengan munculnya aturan pemerintah (Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2011 tentang manajemen dan rekayasa lalu lintas), diharapkan kita bisa memiliki dokumen. Saat ini kita sedang pengurusan, sedang mengajukan surat, ” kata Sidik.

Menurut Sidik, sebagian hal yang dibutuhkan dalam dokumen Andalalin dan MRT sudah tercantum dalam dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) perusahaanya. Namun dengan peraturan baru ini, pihaknya berjanji akan mematuhinya, dengan menyegerakan merampungkan dokumen tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, A. Paraith membenarkan bahwa dokumen Andalalin PT. Holcim Indonesia masih dalam pengurusan. Belum kelarnya proses dokumen, pihaknya menduga akibat masih dikajinya rekomendasi oleh instansi dari Dirjen Perhubungan. “Kami hanya memberikan bantuan rekomendasi saja, bagaimana baiknya. Kelihatannya masih proses itu (PT. Holcim Indonesia), ” ungkap Paraith.

Dari pemberitaan sebelumnya dokumen Andalalin dan MRT menjadi salah satu kewajiban setiap usaha yang dalam pelaksanaannya menggunakan fasilitas umum di jalan. Sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang pengaturan lalu lintas dan angkutan jalan. Setiap usaha yang menggunakan dan menggangu jalan umum harus disertai dokumen tersebut. Tujuannya agar aktivitas usaha tidak menggangu pengguna jalan.

Rekomendasi Andalalin dan MRT dibuat oleh lembaga konsultan yang ahli dan bersertifikat dari Direktorat Jendral Perhubungan Daerah. Instansi ini yang mengeluarkan adanya Andalalin yang selanjutnya akan dilakukan rekomendasi oleh Dishub Pemkab Tuban, Satlantas Polres Tuban dan Dinas PU Pemkab Tuban.

Kajian atau penambahan aturan yang dimaksud meliputi pemasangan rambu, pemberian peringatan, pengaturan lahan parkir dan keluar masuk. Penempatan petugas pengatur jalan, pembuata pos, Warning Light.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 32 Tahun 2011 tentang manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRL), pasal 40 setiap usaha pusat perbelanjaan, perdagangan, perkantoran, industri, pelayanan dan sejenisnya yang menggunakan lalu lintas umum dan sarananya, diwajibkan mengantongi dokumen Andalalin.

Apabila persyaratan itu tidak dipatuhi, maka Dishub setempat berhak mencabut perijinan. Bahkan, apabila dampak terlalu berpengaruh kepada pengguna jalan atau warga lainnya, maka usaha itu bisa ditutup. Menurut data dari Dishub Tuban, sejak tahun 2011 hingga 2014 ini, baru ada 15 jenis usaha yang mengantongi dokumen pelaksanaan Andalalin. HANAFI

Facebook Comments

About the Author