Published On: Sel, Agu 11th, 2015

Proyek Peninggian Jalan Simo-Soko Bikin Masalah

SOKO

IMBAS PROYEK: Sedan BMW milik Raditya nopol W 1896 XD rusak parah karena bak ruang kalter oli ambrol setelah menghantam bongkahan batu akibat permukaan jalan tidak rata dan berlubang.

IMBAS PROYEK: Sedan BMW milik Raditya nopol W 1896 XD rusak parah karena bak ruang kalter oli ambrol setelah menghantam bongkahan batu akibat permukaan jalan tidak rata dan berlubang, Selasa (11/08/2015) siang.

 

seputartuban.com–Proyek perbaikan jalan raya Simo-Soko yang kini sedang digiatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tuban diprotes para pengguna jalan.

Sebab paska pengerukan jalan alternatif Tuban-Bojonegoro yang rampung akhir Juli lalu justeru menyisakan seabrek persoalan.

Karena permukaan jalan yang dibiarkan tidak rata dan begelombang membuat arus lalu lintas sering macet. Lebih parah lagi tak sedikit kendaraan angkutan barang maupun mobil pribadi rusak karena terperosok lubang yang dibiarkan menganga.

Raditya Hermawan, warga Desa Mojokampung Kabupaten Bojonegoro, mengatakan sedan BMW miliknya nopol W 1896 XD rusak parah. Sebab bak ruang kalter oli ambrol setelah menghantam bongkahan batu akibat permukaan jalan tidak rata dan berlubang.

“Saya tidak tahu kalau kondisi jalanya seperti ini. Mau balik arah malah tidak mungkin karena arus lalu lintasnya padat. Jadi saya paksakan saja ternyata malah seperti ini,” rutuk dia sembari menatap sedannya yang teronggok di jalan raya Desa Simo, Selasa (11/08/2015) siang.

Mobil merah maron tersebut baru dapat dipindahkan setelah lima menit mencari bantuan warga sekitar untuk membantu mendorong dan menepikan. Kondisi sama juga dialami truk pengangkut material.

Dump truk bernopol S 8168 UH tujuan Kecamatan Plumpang lengan gardan penggerak roda belakangnya patah. Ini setelah roda belakang sebelah kiri kursi penumpang terperosok sehingga lengan gardan kendaraan terdorong ke bawah dan menghantam batu.

Kepala Bidang Jalan Dinas PU Tuban Izzudin ketika akan dikonfirmasi mengaku sedang sibuk. “Maaf Mas, saya masih sibuk. Saya masih rapat,” katanya saat dihubungi melaluji ponselnya.

Sementara informasi yang didapat Camat Soko Muji Slamet, menyebutkan rekanan yang mengerjakan proyek sepanjang 500 meter tersebut adalah CV Karunia Sakti milik Wasis Yuani Kurniawati. Nilai proyek Rp 825.910.000 dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama tiga bulan.

“Selama aktivitas pekerjaan berlangsung sama sekali papan proyek belum nampak terpasang. Padahal secara aturan papan proyek harus sudah terpasang sejak aktivitas pekerjaan dilaksanakan,” kata Muji. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. wonk ndeso berkata:

    proyek di soko hampir smua orang mengeluhkan,yg membuat jengkel masy. sdah di gali trus di tinggal tanpa tanggung jawab,di siram jg nggak,g ada tanda lalin klo ada proyek ini cv g profesional,akibatnya kemacetan,debu dan rusaknya trotoar!seharusnya cv kyak gini pemkab wajib mem black list krn sdah merugikan bnyak orang!itupun klo punya nyali hehehe

  2. sukarnoto berkata:

    CV pemenang tender nggak punya modal, dapat SPK langsung masuk bank , jadi kalau sementara nggak dikerjakan karena menunggu dana cair dari bank dan kayaknya CV nggak berpengalaman di bidang konstruksi jalan juga,