Published On: Sab, Jan 25th, 2020

Proyek Pembangunan Gedung RPS Rp. 1,1 Miliar Mangkrak

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

seputartuban.com, TUBAN –  Pembangunan gedung  Rumah Perlindungan Sosial ( RPS), pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, menyisakan persoalan. Karena pembangunan gedung dengan nilai pagu Rp. 1,3 miliar tidak diselesaikan pemenang tender. Sehingga pembangunan gedung untuk penanganan sosial tersebut masih mangkrak.  Sesuai jadwal, pelaksanaan proyek ini dijadwalkan mulai Novembe sampai Desember 2019. Namun hingga saat ini masih belum selesai.

DITINGGAL PERGI : Muhammad Ilmi Zada (tengah) bersama Komisi 4 DPRD Tuban saat meninjau lokasi proyek

Wakil Ketua DPRD Tuban, Muhammad Ilmi Zada, bersama Komisi 4 melakukan kunjungan ke bangunan yang ditinggal rekanan tersebut. Dari hasil cek lokasi itu dia sangat menyayangkan. Karena dengan tidak selesainya proyek ini terdapat sejumlah kerugian.

Menurut politi muda itu, rekanan dapat memenangkan tender dengan nilai paling murah tidak dibenarkan menjadi alasan gagalnya pekerjaan, kualitas buruk, maupun putus kontrak.  “Pekerjaan proyek jelek, yang tidak sesuai dengan bestek atau proyek gagal maupun putus kontrak,  disebabkan karena nilai tender terlalu rendah. Iitu tidak bisa menjadi alasan,” katanya.

Kondisi bangunan yang tidak diselesaikan

Ilmi menambahkan, mestinya pemerintah daerah dapat antisipasi sejak awal. Yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar memberikan informasi kepada pihak bank atau asuransi. Yang mengeluarkan jaminan pelaksanaan dan uang muka dengan agunan minimal setara dengan nilai kontrak. Hal itu tidak hanya berlaku untuk proyek ini saja. Sehingga kecil kemungkinan rekanan akan meninggalkan pekerjaannya jika belum selesai.

“Sehingga rekanan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tidak bisa begitu saja dengan mudah lari dari tanggung jawab, dengan alasan sudah mengembalikan uang muka atau yang lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menguraikan bahwa setiap rekanan yang akan melaksanakan pekerjaan terlebih dahulu telah menandatangani surat kesanggupan bermaterai. Yang isinya siap melaksanakan pekerjaan sesuai nominal proyek yang disepakati, siap melaksanakan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan dan terakhir siap menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen.

Sehingga pejabat yang berwenang tidak hanya dapat memberikan label penghianat, atau blacklist (daftar hitam). Namun dapat diproses secara hukum bagi rekanan yang melanggar surat kesanggupan yang telah ditanda tangani direktur perusahaan pemenang tender tersebut.

“Kita ingin ada penyelidikan proyek yang tidak selesai, dan berupaya keranah hukum bila mana ada rekanan yang tidak bertanggung jawab. Karena rekanan dan PPK sudah terikat di dalam penyataan kesanggupan kontrak,” pungkasnya.

Bangunan yang tidak selesai menyisakan masalah

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung RPS Dinsos P3A, Nurjanah, menegaskan pihaknya akan terus berusaha agar kontraktor memenuhi kewajibannya, dengan pembayaran denda. Serta dimasukkan dalam daftar hitam. Namun upaya awal tidak akan menempuh jalur hukum terlebih dahulu. “Kontaktor itu sudah putus kontrak dan dinyatakan blacklist. Tapi dia masih ada tanggungan denda dan sekarang masih kita upayakan untuk tidak menempuh jalur hukum dulu,” tegasnya.

Diketahui, dalam dokumen LPSE proyek ini memiliki pagu Rp 1.399.670.000. Dalam proses tender yang diikuti 76 rekanan tersebut dimenangkan oleh CV Sekawan Elok, dari Kabupaten Nganjuk. Dengan harga penawaran Rp. 1.119.730.162,34 kemudian harga koreksi menjadi Rp. 1.113.730.162,33.  RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :