Published On: Sel, Okt 11th, 2016

Proyek Pelebaran Jalan Merakurak Bawa Korban

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Pengerjaan proyek pelebaran jalan poros Kecamatan Tuban menuju Kecamatan Merakurak dikeluhkan warga. Setelah kejadian terperosoknya sebuah mobil pada Minggu, (9/10/2016) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Mobil terperosok kedalam lubang galian proyek tanpa disertai rambu pembatas jalan.

ASAL KERJA : Inilah kondisi mobil yang menjadi korban pengerjaan proyek asal-asalan

ASAL KERJA : Inilah kondisi mobil yang menjadi korban pengerjaan proyek asal-asalan

Walhasil, seluruh bagian mesin terendam genangan air lantaran roda bagian depan tergelincir menuju parit dengan lebar 2,5 meter bangunan saluran air.

 Akibatnya, mesin kendaraan seketika mati serta tidak dapat dinyalakan lagi. Hingga harus menunggu keesokan harinya untuk dilakukan evakuasi.

“Mobil itu dari arah timur akan masuk menuju perumahan dinas PT.SI. Karena tidak ada papan atau rambu pembatas antara galian dan badan jalan. Genangan air akibat belum siapnya saluran, menyebabkan pengemudinya tidak mengetahui bahwa sebagian jalan masuk perumahan sedang dilakukan penggalian,” terang M. Asrofi (24) salah satu warga setempat. Senin, (10/10/2016) pagi.

Menurutnya, terjadinya insiden tersebut disebabakan lalainya pihak pelaksana pekerjaan karena tidak memasang rambu-rambu ataupun tanda pembatas antara badan jalan dengan galian pengerjaan.

Ia menghawatirkan, jika pihak terkait tidak segera mengambil sikap tegas, maka kejadian tersebut akan terulang kembali.

Terpisah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tuban, Choliq Chunnasih mengatakan bahwa ia segera mengingatkan pelaksana proyek agar segera memasang rambu peringatan serta tanda pembatas jalan.

“Pemasangan rambu sebenarnya sudah dipasang sejak pengerjaan dimulai. Yakni sejak dititik awal dimulainya pengerjaan namun belum sampai hingga ujung,” terangnya.

Ia menyebutkan, bahwa pihaknya tidak menduga sebelumnya jika turunya hujan akan berdampak hingga mengakibatkan seluruh galian dan badan jalan tergenang. Sehingga papan peringatan sedang dilakukanya pengerjaan tidak terlihat lantaran terendam air.

Sedangkan antisipasi agar tidak terulang kejadian yang sama, pihaknya menyampaikan informasi lapangan tersebut kepada pihak pelaksana pekerjaan agar segera memasang rambu pembatas.

“Antisipasinya ya kami segera memberihaukan kabar ini agar pihak pelasana pekerjaan mengetahui serta segera memasang rambu pembatas antara letak galian dengan badan jalan,” pungkasnya.

Badan jalan yang semula hanya memiliki lebar 3,5 meter tersebut akan diperlebar menjadi 11 meter. Dengan panjang pengerjaan mencapai 1.290 meter. Dengan dana sebesar Rp 5.390.940.000,- yang dikerjakan oleh CV. Timbul Jaya. Dengan masa pengerjaan selama 4 bulan terhitung sejak pertengahan awal bulan September hingga bulan Desember. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author