Published On: Rab, Apr 13th, 2016

Proyek Air Bersih Hampir Setengah Milyar Asal-asalan

KEREK

Kondisi pipa yang tidak ditanam

Kondisi pipa yang tidak ditanam

seputartuban.com – Pemerintah Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek mengeluhkan pelaksanaan proyek air bersih yang asal-asalan. Salah satu diantaranya pipanisasi tidak ditanam dalam tanah. Sehingga mudah bocor tertimpa batu.

Kepala Desa Sidonganti, Ahmad mengatakan masyarakatnya sangat berterima kasih atas proyek air bersih itu. Namun melihat realisasi proyeknya sangat mengecewkan. Karena kondisinya sangat asal-asalan. “Banyak pipa yang tidak ditanam, sehingga mengalami pecah sebab terkena batu,” katanya Rabu (13/4/2016).

Menurut Kades, pipa tidak ditanam sehingga saat terkena bebatuan pecah. Selain itu, seharusnya pipa yang dipakai adalah pipa besi, namun memakai pipa biasa. Sebab lokasinya bebatuan dan juga jaraknya yang jauh dari sumber air. Sehingga dibutuhkan kekuatan pipa lebih kuat.

Kondisi lain seringnya pipa pecah yang disebabkan pelaksanaan proyek asal-asalan juga menjadi kendala besar. Selain itu, pipa yang ditanam melintas di badan jalan poros Kecamatan Montong-Kecamatan Singgahan amblas. Pengguna jalan khususnya pemotor merasa terganggu.

Kondisi saat ini, jarak dari sumber air sekitar 6 kilo meter dan untuk menyalurkan air itu memakai diesel. Setiap harinya dibutuhkan bahan bakar solar sebanyak 60 liter. Namun tetap belum dapat mencukupi kebutuhan air bersih warga Desa Sidonganti.

Sementara ini biaya operasional setiap harinya dibebankan pada anggaran desa, sebab masih belum dibentuk pengurus dan juga air bersihnya belum dijual. Masih diberikan kepada warga secara gratis. “Kita berharap adanya penambahan program air bersih agar kekurangan air bersih bisa terpenuhi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tuban, Choliq Qunnasich menegaskan pihaknya akan meminta rekanan proyek untuk membenahinya. Sebab pembangunan itu masih dalam masa pemeliharaan, sehingga masih menjadi tanggungjawabnya. “Kita minta agar rekanan segera melakukan perbaikan beberapa titik yang pipanya tidak tertanam,” kata Choliq.

Seharusnya rekanan memahami medan yang ada, bila melintas di daerah bebatuan galiannya harus menggunakan alat mekanik, tidak memakai peralatan manual. Bila dilakukan secara manual, maka hasilnya tidak maksimal dan pipa tidak tertanam.

Kepala Dinas PU Kabupaten Tuban akan meninjau lokasi proyek tersebut. Bila ditemukan banyak ketidak sesuaian dalam pengerjaannya, tidak menutup kemungkinan rekanan itu akan diberikan sanksi. “Akan kita lakukan evaluasi dan kita lihat kelokasi bagaimana hasilnya. Diharapkan hasilnya sesuai dengan rencana yang sudah ada,” imbuhnya.

Diketahui, proyek tersebut didanai melalui APBD Tuban tahun anggaran 2015 sebesar Rp 485.500.000. Sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh CV GP mulai 18 Mei 2015 s/d 15 Agustus 2015 lalu. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author