Published On: Sel, Mei 15th, 2012

Protes Lelang Barang Bekas Senilai Rp. 10,75 Milyar, PBR Tidur di Jalan Semen Gresik

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

KEREK

seputartuban.com – Puluhan massa yang mengatasnamakan Paguyuban Bumi Ronggolawe (PBR) Senin (14/05/2012) melakukan aksi domonstrasi ke PT Semen Gresik. Setelah aksi ngluruk sebelumnya dengan menyampaikan surat protes yang ditujukan kepada balai lelang di Surabaya.

Massa dari Kec. Tambakboyo, Kec. Kerek, Kec. Jenu dan Kec. Merakurak ini menyoal lelang barang bekas senilai Rp. 10.750.000.000 dalam waktu dekat dinilai tidak melibatkan putra daerah. Meski mereka menganggap secara syarat minimal maupaun administrasi sudah sesuai dengan aturan pelelangan.

Selain itu, sejak PT Semen Gresik berdiri hingga saat ini, belum pernah sekalipun putra daerah atau warga sekitar pabrik ini dilibatkan dalam proses pelalangan. Karena silalu dilakukan di Surabaya.

Ketua Paguyuban Bumi Ronggolawe, Sunarto mengatakan bahwa selama ini Balai Lelang dianggap tidak pernah mengajak dan mengikut sertakan  warga asli Kabupaten Tuban dalam setiap proses lelang barang bekas yang  ada di PT Semen Gresik,”sejak pabrik berdiri belum pernah sekalipun kita dilibatkan. kita tidak meminta dan tidak merampok. Kita punya uang dan syaratnya memenuhi,” jelasnya.

Hujan gerimis sejak pagi itu tidak menyurutkan para pendemo untuk melakukan aksinya,  puluhan warga ini menunggu kedatangan Balai Lelang yang telah datang ke kantor PT Semen Gresik.

Aksi demo sempat diwarnai bersitegang saat salah satu peserta aksi mengatakan salah seorang pengusaha asal Surabaya yang ada dilokasi demo diminta pergi dari Tuban karena dianggap telah mengambil hak-hak warga, selain itu diduga telah bermain dengan oknum-oknum tertentu untuk memenagkan pelelangan.Beruntung ketegangan ini tidak meluas dan menjadi kericuhan massal.

Dalam aksi itu juga diadakan aksi tidur ditengah  jalan area pintu III. Hal ini dimaksudkan bahwa jika tuntutan massa tidak dipenuhi akan melakukan demo terus menerus hingga blokir akses jalan agar tidak dapat membawa barang bekas keluar pabrik.

PBR meminta pelelangan dilakukan dikawasan Kab. Tuban dan melibatkan putra daerah dengan tetap mengikuti aturan pelelangan yang berlaku. Sehingga dengan adanya hal demikian, warga juga turut merasakan hasil dari penjualan besi bekas dan barang lainya tersebut.

Beberapa saat kemudian, perwakilan massa PBR yani Sunoto, Sunarto, Tarom, Saiufl Bakri, Bambang dimediasi pejabat Semen Gresik untuk dipertemukan dari perwakilan balai lelang, peserta lelang lainya disalah satu ruang kantor PT Semen Gresik selama sekitar 1 jam.

Dalam pertemuan tersebut, Nasikin, pewakilan dari PT Triagung Lumintu sebagai balai lelang mengatakan pihaknya akan mengutamakan putra daerah atau PBR. Sehingga peserta lelang lain tidak berani berkomentar banyak.

Selain itu soal lokasi lelang yang sebelumnya akan dilakukan di Surabaya belum dipastikan. Dan akan dibicarakan lebih lanjut lokasi baru. Karena PBR menolak pelelangan dilakukan diluar Kabupaten Tuban.

Sementara itu saat dikonfirmasi seputartuban.com, Kepala Bagian Humas PT.Semen Gresik, Harry Subagiyo,mengatakan bahwa, untuk pemasalah terkait tuntutan Paguyuban Bumi Ronggolawe (PBR) yang menyoal tentang lelang barang bekas, pihaknya seagai BUMN sudah mematuhi aturan main yang ada.

Yakni soal lelang barang bekas ini sudah diatur oleh negara, karea barang lelang di atas Rp. 50 juta, pihak PT Semen Gresik tidak dapat serta merta menujual barang tanpa melalu balai lelang.

Masalah lelang ini menurut aturannya dilakukan oleh balai lelang negara yang nantinya akan menjual barang lelang kepada instansi atau paguyuban yang sudah mempunyai badan hukum yang jelas.

”kalu tidak mempunyai badan hukum maka tidak bisa mengikuti lelang itu,”tuturnya.

Selanjutnya balai lelang akan menentukan tafsiran harga barang lelang untuk dijadikan patokan harga lelang. Adapun untuk pemenang lelang pihak PT Semen Gresik tidak dapat menentukan siapa yang harus menjadi pemenang lelang.

”kami hanya melaksanakan aturan main saja, adapun untuk masalah tuntutan para pendemo kami tidak bisa mengusahakan menjadi pemenang lelang, karena sudah ada balai lelang yag mengurusinya,” pungkasnya.

Foto : Massa PBR saat menggelar aksdi di PT Semen Gresik.

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos