Published On: Sel, Jun 30th, 2020

Pria Asal Kecamatan Palang Ini Tunggangi Anak Tirinya Hingga Delapan Kali

seputartuban.com, TUBAN – Karena lama tak mendapatkan jatah dari istrinya untuk menyalurkan syahwatnya, AA (34) seorang ayah yang ada di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, tega menyetubuhi anak tirinya. Selama beberapa bulan, hingga 8 kali.

Aksi gelap mata ini diketahui saat korban RNT(14), menceritakan kepada ibu kandungnya. Bahwa korban sudah diperawani oleh bapak tirinya sampai 8 kali.

Hal ini di sampaikan oleh Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, dalam konferensi pers di halaman Satreskrim Polres Tuban, Senin ( 29/6/2020) mengungkapkan kejadian ini awalnya, terduga pelaku AA melakukan perbuatannya karena tidak dapat menahan hawa nafsu birahinya. Karena lantaran tidak pernah dilayani istrinya yang juga ibu korban untuk berhubungan suami istri.

GELAP MATA : Tersangka saat dalam konferensi pers di Mapolres Tuban.

“Istrinya menolak ketika di ajak berhubungan suami istri,sehingga dia melampiaskan hasratnya kepada anak tirinya,” ungkap Kapolres Tuban.

Ruruh melanjutkan bahwa AA untuk memuluskan aksinya dia memberikan janji kepada korban akan dibiayai sekolahnya akan dibiayai sampai ke perguruan tinggi. Kemudian pelaku memberikan kado ulang tahun beserta uang Rp 50.000. “Pelaku mengancam korban, agar tidak menceritakan kejadian ini kepada ibunya dan keluarganya. Dengan alasan ini adalah aib korban dan pelaku,” imbuhnya.

Dari keterangan AA kepada seputartuban.com, dia sudah menikah sebanyak 3 kali. Pernikahan yang pertama belum dikarunia anak, pernikahan yang kedua mempunyai anak umur 6 tahun. Kemudian menikah lagi dengan yang ketiga, yakni seorang janda anak 3 yakni ibu dari korban. Dari pernikahan ini belum dikaruniai anak.

Lebih lanjut, AA mengungkapkan kejadian yang pertama sampai kelima dilakukan sejak November 2019 hingga awal Januari 2020 di rumah korban. “Saya lama tidak dilayani istri saya sejak pulang dari merantau. Saya tidak kuat menahan hasrat, lalu saya mencoba merayu dan mengajak anaknya untuk berhubungan badan,” ujarnya.

Kemudian, kejadian kelima sampai ke delapan, dilakukan pada akhir Januari 2020 hingga pertengahan bulan Mei 2020. Pada saat kejadian kelima sampai ke delapan AA sudah tidak ada hubungan keluarga lagi. Karena sudah bercerai dengan ibu korban.

“Waktu pertama sampai keempat kali melakukan itu di ruang tamu depan TV, saat malam hari ketika semua sudah tertidur. Yang kelima sampai kedelapan di rumah saya waktu malam hari juga,” pungkasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (2) Jo Pasal 76 E atau Pasal 81 Ayat 3 Jo Pasal 76 D RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang. Ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun dan paling singkat 5 tahun. Ditambah 1/3 dari ancaman maksimal karena pelaku adalah ayah tiri korban dan denda paling banyak Rp. 5 milliar. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos