Published On: Rab, Jul 29th, 2015

DPRD Sebut MOS Melenceng Dari Tujuannya

TUBAN

SERBA BEKAS: Salah satu kegiatan MOS yanhg berlangsung pada sebuah SMA di Tuban, Rabu (29/07/2015) pagi.

SERBA BEKAS: Salah satu kegiatan MOS yang berlangsung pada sebuah SMA di Tuban, Rabu (29/07/2015) pagi.

seputartuban.com-Imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan tentang larangan menyalahgunakan kegiatan masa orientasi siswa (MOS), di Kabupaten Tuban tampaknya belum sepenuhnya digubris.

Anggota Komisi C DPRD Tuban, Andhi Hartanto, mengatakan masih banyak lembaga pendidikan di Tuban belum memahami terkait pengaplikasian pendidikan karakter dan pendidikan mental.

“Sehingga konotasi yang timbul di tengah masayarakat berlebihan dan negatif,” tegas Andhi kepada seputartuban.com, Rabu (29/07/2015) sore.

Menurut dia, indikasi itu terlihat penerapan aturan wajib mengenakan atribut aneh berbahan dasar karton kepada para siswa baru. Pemandangan aneh tersebut hampir bisa dijumpai pada hampir SMA sederajat di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban.

Andhi menuturkan, esensi kegiatan MOS sejatinya hanya sekedar pengenalan aktivitas sekolah serta sarana prasarana di dalam sekolah kepada para siswa.

“MOS itu kan0 sebenarnya bertujuan memberikan pendidikan mental kepada siswa agar mereka siap beradaptasi,”kata Ketua DPC DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban ini.

Pantauan seputartuban.com di sejumlah SMA masih banyak para siswa baru yang diwajibkan untuk mengenakan atribut berbahan dasar karton bekas seperti tas, topi, baju dan papan nama siswa saat masa orientasi berlangsung.

Belum ada tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban Sutrisno. Saat dihubungi melalui teleponnya tidak diangkat.

Begitu juga pesan pendek yang dikirim ke ponselnya soal masih banyaknya kegiatan MOS yang melenceng, juga tak direspon. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author