Published On: Ming, Mei 29th, 2016

Potensi Tuban Dalam Menghadapi MEA

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – Untuk mempersiapkan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Kabupaten Tuban harus mengerti potensi yang ada. Sebagai bahan pertimbangan atau dasar dan evaluasi kedepan dalam menghadapi MEA.

Seminar Tuban to Asean

Seminar Tuban to Asean

Hal tersebut disampaikan oleh koordinator Ikatan Alumni Institut Teknologi 10 Nopember (IKA ITS) Kabupaten Tuban, Imron Gozali, Sabtu (28/5/2016), dalam acara seminar From Tuban To ASEAN, di salah satu Hotel di Jalan Teuku Umar Tuban

“Kita harus mengerti potensi dan perkembangan Kabupaten Tuban, sebagai gambaran untuk berbenah dalam menghadapi MEA,” kata Imron.

Data dari IKA ITS Pengurus Wilayah (PW) Jatim, persentase pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban terus menurun tiap tahunnya. Pada tahun 2012-2013 peningkatan perekonomiannya sekitar 6,2 persen. Tahun 2014 turun menjadi 5,24 persen dan 2015 turun lagi menjadi 5,15 persen. Sedang produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Tuban 2010 sebesar Rp. 20,9 Triliun dan tahun 2015 meningkat lebih dari dua kali lipat yakni Rp. 48,68 triliun.

“Masih diatas pertumbuhan ekonomi Nasional walaupun dibawah pertumbuhan ekonomi Jatim. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Jatim 5,44 persen dan nasional 4,79 persen,” jelas Imron.

Potensi sektor pertanian kabupaten Tuban juga sangat baik. Populasi peternakan Tuban terbesar kedua di Jatim setelah Kabupaten Sumenep. Dengan memiliki populasi ternak sapi sekitar 328 ribu ekor sapi. Produksi jagung terbesar di Jatim dan produksi padi nomor 8 se-Jatim.

Sedangkan indeks pembangunan SDM, tahun 2015 sebanyak 64,58 persen dari angka pengangguran ditahun 2014 dan 2015 sebesar 3,63 persen. Penurunan angka kemiskinan tahun 2013 sebesar 17,16 persen, tahun 2014 kisaran 16,40 persen dan tahun 2015 dengan penurunan angka kemiskinan 16,64 persen.

“Syarat utama dalam persiapan menghadapi MEA yaitu Kabupaten Tuban harus benar-benar mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusianya,” tegas Imron.

Dia menambahkan, Kabupaten Tuban dalam waktu 10 tahun kedepan akan menjadi pusat pertumbuhan industri di Jatim. Sebagai salah satu kota industri, harus diimbangi dengan peningkatan SDM-nya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR-RI, Satya W. Yudha, mengatakan, pembangunan SDM di Tuban harus ditingkatkan. Jangan sampai Tuban sebagai daerah industri yang besar, justru masyarakatnya sebagian besar hanya sebagai penonton.

Dia melanjutkan, sebagai daerah industri akan mampu memberi efek di sekitarnya. Dengan persiapan keterampilan SDM yang mumpuni serta berdaya saing, maka akan sangat mudah meningkatkan perekonomian kabupaten Tuban.

“Untuk siap menghadapi MEA. Minimal, UKM (usaha kecil menengah) Kabupaten Tuban harus bertaraf internasional. Dan ini kembali ke SDM-nya, mampu atau tidak. Bicara multi player efek dari industri, paling tidak warganya harus kompeten dan punya kreatifitas dalam berbisnis atau mencari peluang usaha,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos