Published On: Sel, Apr 14th, 2015

Posisi Perempuan dan Anak Tuban “Tidak Aman”

TUBAN

ANANDA NURUL: Kebanyakan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak itu terjadi di Kecamatan Semanding.

ANANDA NURUL: Kebanyakan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak itu terjadi di Kecamatan Semanding.

seputartuban.com-Kabupaten Tuban yang akbrab dengan tagline Bumi Wali diam-diam menyimpan potensi pelecahan seksual terhadap perempuan dan anak.

Berdasar data yang dinukil dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) dan KB Kabupaten Tuban, tercatat ada 115 kasus pelecehan aurat perempuan dan anak.

Kasubid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Bapemas dan KB, Ananda Nurul, mengatakan data statistik tersebut menggambarkan keberadaan perempuan dan anak-anak berada dalam zona tidak aman.

Selain pelecehan aurat kasus kekeraran dalam rumah tangga (KDRT) turut menjadi data penyerta yang memprihatinkan. Nurul menyebut, angka 115 kasus tersebut diyakini tak relevan dengan kondisi di lapangan

Menurut Nurul, ada banyak faktor yang membuat kasus pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan serta anak-anak sehingga masuk dalam data statistik. Salah satunya, faktor gengsi dan rasa malu pada diri korban ketika kasus yang menimpanya terekam data.

“Angka 115 kasus itu yang berhasil didata masuk Bapemas. Asumsinya lebi dari itu. Karena kebanyakan kasusnya masuk di Polres Tuban juga RSUD dan dimediasi di sana sehingga tidak kami ketahui,” papar Nurul saat ditemui di kantornya, Rabu (14/04/2015) siang.

Dia menjelaskan, kasus KDRT dan pelecehan aurat yang menimpa perempuan dan anak mayoritas terjadi di tempat umum. Jumlah kasus ini pada tahun 2014 mencapai 65 korban.

”Memang banyak (terjadi) di tempat umum. Sebagai juga berlangsung di rumah. Dari data yang masuk tahun 2014 kasus tersebut kebanyakan berpusat di kecamatan Semanding,” ujar Nurul.

Dia mengatatakan, pemicu terjadinya tindak kekerasan dan pelecehan aurat di wilayah Kecamatan Semanding karena faktor ekonomi.

”Karena tingkat ekonomi masyarakat Semanding  masih tergolong tahap menengah ke bawah. Faktor lainnya adalah tingkat SDM dari masyarakat itu sendiri. Mereka seakan belum mengetahui hukum yang berlaku bagi yang melakukan tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

Untuk mengantisipasi kasus ini kian meluas, kantor Bapemas dan KB Tuban bersama intansi  terkait getol mensosialisasikan undang-undang perlindungan anak dan perempuan.

Tidak hanya dilakukan secara klasikal tapi juga face to face dengan sistem pendekatan dari rumah ke rumah.

”Kita imbau dan memberikan pemahaman kepada para kaum pria agar lebih berhati-hati karena ada tindak hukum yang siap menjerat. Dan bagi para kaum wanita agar dapatnya lebih memahami cara melaporkan jika terjadi kasus tersebut,” pungkas Nurul. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author