Published On: Sab, Mar 1st, 2014

Polres Tuban “Unjuk Gigi” Kemampuan Pengamanan Pemilu

Share This
Tags

TUBAN

seputartuban.com – 637 anggota Polres Tuban dan 60 anggota Sat Brimob Polda Jatim mengikuti simulasi pengamanan Pra Ops Mantab Brata Semeru 2014 di Alun – alun Kabupaten Tuban, Jum’at (28/2/2014). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2014mendatang.

Aksi penyelamatan sandra KPUD Tuban

TEGANG : Personil Brimob Polda Jatim saat memperagakan seolah melakukan penyelamatan sandra dan penyergapan pelaku kejahatan.

Sejumlah rangkaian aksi pengamanan diperagakan oleh anggota kepolisian. Mulai dari pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), pengamanan dalam pengiriman logistik Pemilu, sampai pengamanan surat suara di tempat penyimpanan kotak surat suara.

Selain itu, petugas juga memperagakan aksi penggagalan perampasan kotak suara yang dilakukan oleh massa dari Partai Politik (Parpol)yang kalah. Nampak Polisi berjibaku dengan orang yang tida dikenal (OTK)  dalam aksi penyergapan. Lebih lagi, petugas juga mempertontonkan aksi beladiri saat mengamankan kawanan pengacau.

Kesiapan petugas juga ditunjukkan jika terjadi aksi unjukrasa. Tim Pengendali Masa (Dalmas) Sat Sabhara Polres Tuban memperagakan pengamanan. Jika masih tidak mampu menghentikan aksi massa yang brutal, maka diterjunkan Pasukan Pengendali Huru -Hara (PPH) Brimob Polda Jatim. Kesiapan petugas juga nampak dari kelengkapan personil mulai dari petugas pengendara motor trail brimob, bom asap, hingga Mobil Water Canon.

Dalam simulasi ini, anggota Brimob Polda Jatim juga menunjukkan saat menyelamatkan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang seolah-olah disandra oleh pihak Parpol yang kalah dalam Pemilu. Berbekal senjata dan alat komunikasi yang memadahi, petugas berhasil menyelamatkan sandra dan meringkus para penjahat.

Kapolres Tuban, Ajun Komisaris Besar  Polisi (AKBP) Ucu Kuspriyadi saat dikonfirmasi usai simulasi mengatakan kegiatan ini untuk mengantisipasi situasi Pemilu tidak terkendalai. Pihaknya agar siap dan sigap saat terjadi kondisi darurat. ” Pemicunya itu berawaql dari konflik sosial yang berkembang menjadi konflik masa, ini yang harus diwaspadai, “ ungkapnya.

Berdasarkan analisa kerawanan diantaranya Kantor KPUD Tuban, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), tempat kampanye, lokasi pemungutan suara, tempat penyimpanan hasil rekapitulasi, semuanya akan dilakukan pengamanan terfokus. “hasil koordinasi tidak ada Parpol yang mengancam adanya kerawanan. Fokus pengamanan lebih pada titik rawan tadi, “ tambahnya.

Direncanakan, selain anggota Polres Tuban dan Polsek jajaran, pengamanan juga melibatkan 30 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). “ TNI ada 30 anggota, 120 dari Brimob dan untuk Limas dan lainnya menyesuakan kebutuhan,“ pungkas Kapolres. (han)

Facebook Comments

About the Author

Videos