Published On: Rab, Feb 17th, 2016

Polres Tuban Meninggikan Martabat Mantan Pengusaha Arak

TUBAN

Foto bersama usai penyerahan piagam penghargaan di halaman belakang Mapolres Tuban

Foto bersama usai penyerahan piagam penghargaan di halaman belakang Mapolres Tuban

seputartuban.com – Polres Tuban menunjukkan kwalitasnya dalam melayani masyarakat. 9 orang mantan pengusaha arak mendapat penghargaan dari Kapolres Tuban dan menerima bantuan dari Pemkab Tuban, , Rabu (17/2/2016) di Mapolres Tuban.

Mereka adalah Rasam, Triyanto, Tarmuji, Lamisih, Gunawan, Avan Muguh, Wantiro, Kundono, dan Supriyadi. Warga kawasan RT. 01 RW 01, Gang Rondo Kuning, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Semasa beroperasi dulu, mereka masuk kategori penghasil arak banyak di kawasan Semanding. Masing-masing pengusaha menghasilkan arak tidak kurang 1.000 liter tiap hari.

Setelah berhenti, pada akhir 2015 lalu Kapolres Tuban yang selalu turun ke masyarakat mendapati pengusaha yang berhenti produksi arak belum mendapat perhatian. Sehingga berinisiatif mengajukan ke Pemkab Tuban untuk diberikan bantuan dan pembinaan, sedangkan Polres Tuban memberikan fasilitasi dan penghargaan.

Rustamaji, tokoh yang sejak awal mendampingi tetangganya itu mengaku sejak ditertibkan beberapa tahun lalu belum ada perhatian dari Pemkab Tuban. “Mereka juga butuh penghasilan, kalau dibiarkan tidak manusiawi. Selama ini kesanya dibiarkan saja. Mereka berhenti sudah sejak lama tapi tidak diperhatikan,” ungkapnya.

CARA BARU : Kapolres Tuban dan Dandim Tuban saat menyerahkan piaga kepada mantan pengusaha arak di halaman belakang Mapolres Tuban

CARA BARU : Kapolres Tuban dan Dandim Tuban saat menyerahkan piaga kepada mantan pengusaha arak di halaman belakang Mapolres Tuban

Dengan langkah cerdas Polres Tuban ini diharapkan menjadi semangat mereka berubah dan memberikan contoh bagi pengusaha lainya yang masih ngotot produksi arak. “Perlu kita apresiasi pak Kapolres gerak cepat, karena atas tindakan beliau  akhirnya Pemkab Tuban membuka mata. Dan terima kasih buat Pak Bupati dan jajaranya atas tanggapan positifnya untuk membantu warga,” imbuhnya.

Kapolres Tuban, AKBP Guru Arif Darmawan mengatakan upaya ini bagian dari melayani masyarakat. Mulai mengamati kondisi sosial, hingga memfasilitasi mereka dan mendapatkan perhatian. “Disatu sisi kita dituntut untuk membersihkan Kabupaten Tuban dari peredaran arak, namun kami akan berdosa jika hanya melaksanakan pemberantasan saja tapi tidak dapat menyediakan tempat bagi mereka beralih profesi,” tegasnya.

Dibuktikan, Polres Tuban tidak hanya melakukan penegakan hukum dengan razia produksi arak, namun juga mememikirkan nasib masyarakat. Karena jika mereka berhenti membuat arak sejak lama, harus memiliki pekerjaan lain yang dapat menopang kehidupan keluarganya.

“Bantuan dana dan pelatihan diberikan oleh Pemda Tuban agar ybs tidak kembali ke profesi lama. Polres Tuban secara aktif memfasilitasi hal ini dan tidak hanya melakukan penegakan hukum namun juga mencarikan jalan keluar,” imbuh Kapolres.

Atas upaya Polres Tuban itu, mereka akhirnya mendapat bantuan modal masing-masing Rp. 4,5 juta. Yang diberikan melalui rekening bank penerima. Usai penghargaan ini, mereka akan ketat dipantau Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memastikan tidak memproduksi arak lagi.

Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Pemkab Tuban, Farid Achmadi mengaku sangat terbantu atas kerja Polres Tuban. “Kami senang langkah Polres Tuban dan menambah semangat bagi kami yang membuka pintu dengan masyarakat,” katanya.

Disperpar memberikan fasilitasi bantuan dari Pemkab Tuban. Selain itu juga akan difasilitasi bantuan peralatan maupun peningkatan keahlian kerja. Sesuai aturan, mereka harus berkelompok dan memiliki badan hukum indonesia (BHI). “Kita akan bantu dan uang yang diberikan itu bisa dipakai untuk membuat BHI patungan. Kita juga sudah menawarkan pelatihan-pelatihan,” imbuhnya.

Jika yang diminta mereka sudah ada dalam program APBD 2016 langsung dapat dilakukan. Namun jika belum ada, akan dimasukkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2016. “Silahkan buat NHI, Kami tunggu yang mereka mau, suyukur mereka sama. Sehingga pada waktu PAK bisa saya usulkan. Pelatihan-pelatihan atau bantuan alat,” Katanya.

Disperpar selain menugaskan stafnya secara khusus memantau mereka, juga berkoodinasi dengan Kepala Desa (Kades) dan Camat. Untuk membina maupun berkoordinasi langkah selanjutnya sesuai keinginan mantan pengusaha arak itu.  “Kades yang tahu lapangan, kita tunggu setiap waktu,” tegasnya.

Diketahui, dalam penyerahan penghargaan itu hadir juga Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf. Sarwo Supriyo mendampingi Kapolres. ARIF AHMAD AKBAR/MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author