Published On: Jum, Agu 14th, 2015

Polres Tuban Ingatkan Bosda Madin Itu Sakral

TUBAN

SUHARYONO:Bosda Madin itu sakral. Untuk itu jangan main-main dengan dana Bosda Madin.

SUHARYONO:Bosda Madin itu sakral. Untuk itu jangan main-main dengan dana Bosda Madin.

seputartuban.com-Hakikat dana Bosda Madin ula dan wustho sejatinya merupakan diskresi kebijakan belanja APBD Jatim, untuk merespon penyelenggaraan pendidikan madin yang selama ini tidak dicakup dalam BOS nasional.

Berkaitan itu Polres Tuban mewanti-wanti agar dana Bosda Madin yang sudah diterima masing-masing sekolah akhir Juni lalu itu dikelola dengan benar.

“Bosda Madin itu sakral. Jangan sampai disalahgunakan peruntukannya. Sesuai komitmen antara polres dengan Disdikpora Tuban, kami siap menindaklanjuti setiap pelaporan dari masyarakat asalkan temuannya didukung dengan fakta-fakta hukum yang akurat,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Jumat (14/08/2015) siang.

Menurut dia, bentuk kerjasama antara Polres dan Disdikpora Tuban itu di antaranya safari penyuluhan hukum, konsultasi serta melakukan pemantauan bersama tim menejemen Bosda Madin langsung ke lapangan.

Hal tersebut dilakukan, kata Suharyono, sebagai langkah preventif untuk mencegah adanya penyimpangan dalam pengunaan dana Bosda Madin. Baik sisi teknis pengunaan dan pertanggungjawaban keuangan dana Bosda Madin serta kesalahan dalam administrasi.

SUTARNO:Jika di kemudian hari terdapat ketidak benaran data para ustad atau guru mereka siap menerima sanksinya. Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan yang sudah ditandatangani di atas materai.

SUTARNO:Jika di kemudian hari terdapat ketidak benaran data para ustad atau guru mereka siap menerima sanksinya. Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan yang sudah ditandatangani di atas materai.

Karena Bosda Madin itu sakral, Kasat Reskrim mengimbau agar pengunaannya benar-benar sesuai dengan juklak dan juknis yang sudah diterima masing-masing kepala madrasah.

“Untuk itu jangan main-main dengan dana Bosda Madin. Karena ini amanat rakyat yang harus kita jaga bersama-sama,” tegas Suharyono.

Sementara Kepala Bidang TK/ SD Disdikpora Tuban, Sutarno, mengatakan pencairan pertama dana Bosda Madin sudah dilakukan akhir Juni lalu. Totalnya Rp 3,961 miliar yang bersumber dari APBD Jatim 2015.

Pencairan Bosda Madin tersebut dilakukan setelah kepala madrasah masing masing lembaga pendidikan menyatakan siap bertanggungjawab atas kebenaran data seluruh jumlah santrinya.

“Jika di kemudian hari terdapat ketidak benaran data para ustad atau guru mereka siap menerima sanksinya. Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan yang sudah ditandatangani di atas materai,” kata Sutarno.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author