Published On: Sen, Okt 1st, 2018

Polres Tuban Grebek Produsen Arak Beromzet Jutaan Rupiah

seputartuban.com, JATIROGO – Macan Ronggolawe atau lebih di kenal di sebut ( MARONG), yang berada dalam Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tuban menunjukkan kerja kerasnya. Jauh dari kota Kabupaten Tuban, berhasil digrebek produsen arak dengan omzet jutaan rupiah.

GREBEK ARAK : Kapolres Tuban dan Bupati Tuban saat di lokasi produsen arak yang digrebek

Di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, lokasi produksi arak digrebek. Produsen arak sudah beroperasi 3 bulan terakhir dengan keuntungan hingga Rp. 3 juta tiap 3 harinya.
“Kami jajaran fokopimda Tuban Bumi Wali tidak akan segan-segan dan tidak akan memberikan ampun pada pelaku produksi miras”.Ungkap Kapolres Tuban AKBP nanang Haryono saat jumpa pers di lokasi penggrebekan, Senin (01/10/2018).
Dalam penangkapan itu, produksi Miras sebanyak 13.400 liter, 6 orang berhasil diamankan petugas, mereka memiliki peran masing-masing. Apin Prasetyo (36) yang merupakan warga Dusun Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Tersangka lainnya adalah Hengky Kristiawan (35), warga Desa Wotsogo Kecamatan Jatirogo. Kedua tersangka yang juga merupakan pemain lama dalam produksi miras ini sebagai pemilik lahan dan juga pemodal produksi.
Selain itu juga diamankan Sutrisno (43), warga Semanding, berperan sebagai meracik arak. Joko Ngadini (36), warga Semanding berperan sebagai meracik Arak. Febrianto (25), warga Semanding berperan sebagai meracik arak, Priyo Hadi putnomo (27) Warga Jatirogo yang bertugas sebagai pengangkut arak untuk distribusi.
Kapolres Tuban jiga menambahkan pelaku dulunya juga sudah sering beroperasi di Semanding. Diduga kuat, saat ini para pelaku mencoba untuk mencari lokasi produksi yang dinilai aman seperti diwilayah Kecamatan Jatirogo. “Tentunya tidak akan menyurutkan dukungan pemerintah dan dari Bupati. Kami akan selalu eksis dan kami akan selalu memberikan yang terbaik,” imbuhnya.
Barang Bukti yang diamankan berupa 3 buah Dandang Stanlees, 6 buah kompor, 67 buah drum biru yang berisi baceman. 26 drum biru kosong, 36 buah LPG 3 Kg. 6 selang regulator, 27 dus yang berisi 324 botol siap edar, karung ragi dan 26 bungkus fermentasi, 7 bungkus ragi tebu, 9 bungkus tutup botol merah. Selain itu juga 9 ikat botol plastik kosong yang berisikan 648 botol, dan 1 unit mobil L 300 dengan Nopol S 8316 HF. “Kami Berharap ini yang terakhir dan 6 pelaku ini langsung kami jebloskan kedalam penjara,” ujarnya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 135 Jo 71 Ayat 2 Undang – Undang Republik indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan Pasal 204 KUHP. Dengan pidana penjara paling lama 15 Tahun. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author