Published On: Kam, Jan 28th, 2016

Polres Tuban Buru DPO 5 Wartawan Mingguan

TUBAN

ilustrasi pers

ilustrasi pers

seputartuban.com – 5 orang yang menggunakan profesi wartawan sebagai alat pemeras tengah diburu petugas Polres Tuban. Mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam 2 kasus berbeda. Data di Polres Tuban kelimanya mengaku wartawan Trans 9, Jejak Kasus dan Radar Bangsa.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Suharta, menjelaskan keterlibatan mereka hasil penyidikan para pelaku yang ditangkap. Pelaku yang masuk DPO terungkap peranya masing-masing.

Dalam kasus pemerasan dengan tersangka Mukhamad Mutoin (45), warga Desa Cendoro, Kecamatan Palang, diamankan pada 1 Januari 2016. Wartawan Trans 9 itu tertangkap tangan saat memeras tukang las, gara-gara salah bawa helm.

2 data pelaku lain dalam komplotan ini sudah dikantongi Polisi. Bahkan keduanya sudah diberikan surat panggilan sebanyak 3 kali, namun tidak ada yang hadir. “Mereka (2 DPO) sudah tidak dirumah, masih kita kejar,” ungkapnya.

Dalam kasus pemerasan pengusaha daur ulang obat nyamuk bakar, Kamis (22/10/2015). Saat itu pertugas menangkap 3 pelaku yang mengaku wartawan Jejak Kasus dan Radar Bangsa. Mereka adalah Agus Wahyudi (33), warga Desa Sumbersoko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Muchsan (42), warga Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Serta Purnomo joy (42), warga Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Komplotan ini, Polisi menetapkan 3 DPO yang diduga turut serta melakukan pemerasan. “Mereka kami tetapkan sebagai DPO,” imbuh Kasat Reskrim.

Para tersangka yang sudah diamankan menggunakan profesi wartawan untuk memeras korbanya. Mereka dipastikan akan dijerat pasal berlapis.

“Kasusnya masih kami tangani dan proses sidik, kasusnya segera akan dilimpahkan ke kejaksaan. Sedangkan pasal untuk tersangka, akan dikenakan berlapis yakni pasal 368 SUBS Pasal 369 SUB Pasal 335 dengan anacaman pidana diatas lima tahun,” pungkasnya.

Operasi tangkap tangan (OTT) pelaku pemerasan yang memakai profesi wartawan juga dilakukan di rest area, Rabu (13/1/2016). ER wartawan koran mingguan dan online Surya Indonesia memeras kontraktor bangunan jalan, Kartono. Namun dalam kasus ini hanya dilakukan tersangka seorang diri. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author