Published On: Sel, Jul 7th, 2015

Polres Tuban Bongkar Sindikat Penjual Mobkas Bodong

TUBAN

KERJA KERAS : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan bersama Kasat Reskrim, AKP Suharyono menunjukkan tersangka dan barang bukti BPKB serta STNK palsu, Selasa (07/07/2015) di Mapolres Tuban

KERJA KERAS : Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan bersama Kasat Reskrim, AKP Suharyono menunjukkan tersangka dan barang bukti BPKB serta STNK palsu, Selasa (07/07/2015) di Mapolres Tuban

seputartuban.com – Masyarakat Tuban harus berhati-hati jika akan membeli mobil bekas. Karena pelaku kejahatan memanfaatkan momentum jelang lebaran ini dengan menjual mobil bekas dengan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu.

Hasil kerja keras jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil membongkar sindikar penjual mobil bekas (Mobkas) dengan STNK dan BPKB palsu. Hal ini terbongkar beberapa waktu lalu dilaksanakan razia kelengkapan kendaraan bermotor ditemukan mobil yang dicurigai memakai surat palsu.

Setelah didalami ternyata benar, kemudian dilakukan pengembangan. Hasil pemeriksaan awal, STNK dan BPKB palsu tersebut identitasnya sesuai kendaraan. Yakni nomor rangka dan nomor mesin, namun surat tersebut palsu atau tidak dikeluarkan Kepolisian.

Modusnya adalah, mobil bodong (tanpa surat) dibuatkan surat palsu agar menaikkan harga jualnya, sehingga mereka untung besar. Dugaan sementara, mobkas tersebut hasil kejahatan dari Pulau jawa, Sumatera dan Bali.

“Mereka memanfaatkan momen lebaran, karena banyak yang tertarik dengan harganya murah,” ungkap Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan, Selasa (07/07/2015).

Petugas telah mengamankan tersangka F dan K, keduanya sebagai tenaga pemasaran kepada calon pembeli. Sedangkan STNK dan BPKB palsu dipesan kepada tersangka J dan A.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 3 BPKB dan STNK palsu. 2 unit Toyota Avanza, 1 unit jenis Daihatsu Taft dan 1 unit sedan Toyota.

Petugas masih terus mengembankan kasus ini. Termasuk asal-usul mobil bodong serta jaringanya. Selain itu juga masih menelusuri seberapa banyak unit mobil yang sudah terjual di Kabupaten Tuban. Serta masih melakukan pengejaran pelaku lain yang juga masuk dalam komplotan ini.

“Kita akan terus kembangkan, selain penegakan hukum ini juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang lebaran,” tegas guruh.

Para tersangka kini ditahan di Mapolres Tuban untuk menjalani proses hukum. Serta dijerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Kapolresku Mesuwor (Hebat)