Published On: Kam, Apr 6th, 2017

Polres Tuban Bongkar Penjual Kunci Jawaban UN

seputartuban.com, TUBAN – Terduga pelaku penjual kunci jawaban Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA ditangkap Polisi, Rabu (5/4/2017) di sebuah warung penjual jus di Desa Sugihan, Kec. Jatirogo, Kab. Tuban. Saat ditangkap pria itu membawa uang puluhan juta rupiah diduga hasil pembayaran sejumlah siswa yang membeli kunci jawaban tersebut.

Bongkar Kecurangan : Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad didampingi Kasubbag Humas dan Kasat Reskrim menunjukkan barang bukti di Mapolres Tuban, Kamis (6/4/2017) sore

Saat jumpa pers di Mapolres Tuban, Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad didampingi Kasat Reskrim dan Kasubbag Humas menjelaskan penangkapan dilakukan hasil pendalaman informasi dari masyarakat. Yakni Khusnan (43) warga Desa Karangasem, Kec. Jenu, Kab. Tuban yang melaporkan bahwa anaknya ditawari seseorang yang menjual kunci jawaban UN.
Informasi itu kemudian diselidiki, hingga akhirnya ditangkap Khotibul Umam (21), warga Desa Wotsogo, Kecamatan Jatirogo. Saat dia berada disebuah warung jus Desa Sugihan, Rabu (5/4/2017) pukul 16.00 WIB. Pada saat diamankan, uang tunai Rp. 31,600,000 diamankan dari tas yang dibawanya.

Hasil penyidikan, uang tersebut diperoleh dari 144 pelajar SMAN 1 Jatirogo, 56 pelajar dari MA Tsalafiah Jatirogo, 15 pelajar dari MA Mambaul Fuluh Jenu, dan 10 pelajar dari SMAN 1 Kenduruan. “Modusnya, pada Minggu (9/4/2017) malam nanti seluruh pelajar itu akan dikumpulkan dan diberi kunci jawaban soal UN setelah membayar  Rp 200ribu per siswa,” terang Kapolres.

Tersangka menawarkan kepada siswa agar mengkoordinir 30 siswa yang mau membeli kunci jawaban. Atau jumlah itu minimal order untuk tiap kelompok siswa yang memesan. Setelah pembayaran yang terkumpul, uangnya kemudian diserahkan kepada tersangka. 

Penyidik juga mendapat pengakuan dari tersangka, bahwa dia melakukan tindakanya dengan sistem jaringan. Atau juga terdapat pelaku lain di kabupaten lain atau luar Kabupaten Tuban. “Kita masih melakukan pengembangan untuk mengungkap perkara ini, dugaan sementara ada sindikatnya karena tersangka ini menerima jawaban dari temannya yang berada dikabupaten lain,” pungkasnya.

Polisi akan memanggil pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban untuk memastikan lembar soal dan kunci jawaban yang dijual tersebut asli atau sesuai dengan yang diujikan dalam UN 2017 ini atau tidak. Tersangka kini masih menjalani penyidikan. Serta dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author